Prasasti kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu peninggalan sejarah yang sangat berharga di Nusantara. Kerajaan Sriwijaya sendiri merupakan kerajaan maritim yang pernah berjaya pada abad ke-7 hingga ke-14 di wilayah Sumatera Selatan.
Asal Usul Prasasti Kerajaan Sriwijaya
Prasasti kerajaan Sriwijaya sendiri merupakan arca batu berbentuk lempengan yang memiliki informasi mengenai sejarah, kebudayaan, dan keagamaan pada masa lampau. Prasasti pertama Sriwijaya ditemukan pada tahun 1918 oleh seorang arkeolog bernama H.O. Van der Tuuk di desa Talang Tuwo, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
Prasasti tersebut diberi nama Kedukan Bukit dan diperkirakan dibuat pada tahun 683 Masehi. Selain Kedukan Bukit, terdapat pula beberapa prasasti lain yang ditemukan di wilayah Sriwijaya seperti Prasasti Talang Tuo, Prasasti Karang Brahi, dan Prasasti Kota Kapur.
Isi Prasasti Kerajaan Sriwijaya
Prasasti kerajaan Sriwijaya berisi tentang berbagai hal mulai dari genealogi raja, kegiatan keagamaan, hukum, dan kebijakan politik. Selain itu, prasasti juga berisi tentang hubungan dagang antara kerajaan Sriwijaya dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara seperti Tiongkok, India, dan Arab.
Salah satu prasasti yang memiliki informasi mengenai hubungan dagang adalah Prasasti Kota Kapur. Prasasti ini ditemukan di desa Kota Kapur, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dan diperkirakan dibuat pada abad ke-11.
Prasasti Kota Kapur berisi tentang perjanjian dagang antara Sriwijaya dengan kerajaan Chola di India Selatan. Dalam prasasti tersebut disebutkan bahwa kerajaan Sriwijaya mengekspor berbagai barang seperti emas, perak, sutra, rempah-rempah, dan gading ke India.
Pentingnya Prasasti Kerajaan Sriwijaya
Prasasti kerajaan Sriwijaya memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam mengungkap sejarah Nusantara. Informasi yang terkandung dalam prasasti dapat membantu para sejarawan dan arkeolog untuk memahami kehidupan masyarakat pada masa lampau.
Selain itu, prasasti juga dapat menjadi bukti mengenai keberadaan kerajaan-kerajaan di Nusantara seperti kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram. Prasasti juga menjadi saksi bisu hubungan dagang dan politik antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan kerajaan-kerajaan di luar Nusantara seperti Tiongkok, India, dan Arab.
Kesimpulan
Prasasti kerajaan Sriwijaya merupakan peninggalan sejarah yang sangat berharga di Nusantara. Prasasti berisi tentang berbagai hal seperti sejarah, kebudayaan, keagamaan, hukum, dan kebijakan politik pada masa lampau. Informasi yang terkandung dalam prasasti sangat penting dalam memahami sejarah Nusantara dan hubungan dagang antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan kerajaan-kerajaan di luar Nusantara.






