Pendahuluan
Agresi Militer Belanda (AM Belanda) adalah serangkaian tindakan militer yang dilancarkan oleh Belanda terhadap Indonesia pada masa kemerdekaan. Terdapat dua agresi militer utama yang dilakukan oleh Belanda, yaitu Agresi Militer Belanda I dan II. Pada artikel ini, kita akan menjelaskan secara rinci kronologi terjadinya kedua agresi tersebut.
Agresi Militer Belanda I
Agresi Militer Belanda I terjadi pada tanggal 21 Juli 1947. Penyebab utama dari agresi ini adalah penolakan Indonesia terhadap Rencana Van Mook yang mengatur pembentukan Negara Indonesia Serikat di bawah kekuasaan Belanda. Tindakan militer ini dimulai dengan serangan udara Belanda ke beberapa kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta dan Surabaya.
Pasukan Belanda yang berjumlah sekitar 100.000 orang kemudian mendarat di Indonesia dan melancarkan serangan darat. Mereka berhasil merebut beberapa wilayah strategis seperti Semarang dan Surabaya. Perlawanan sengit dari pihak Indonesia terjadi di Surabaya, yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa 10 November 1945. Meskipun demikian, pasukan Belanda berhasil menguasai wilayah tersebut.
Pada tanggal 25 Maret 1948, Belanda secara sepihak menyatakan pembubaran Negara Indonesia Timur yang merupakan salah satu bagian dari Negara Indonesia Serikat. Agresi Militer Belanda I berakhir pada tanggal 5 Agustus 1949 dengan ditandatanganinya Perjanjian Roem-Van Roijen di mana Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.
Agresi Militer Belanda II
Agresi Militer Belanda II terjadi pada tanggal 19 Desember 1948. Penyebab utama dari agresi ini adalah terjadinya konflik antara Republik Indonesia dengan Negara Ratu Belanda mengenai wilayah Papua. Pada saat itu, wilayah Papua masih menjadi wilayah jajahan Belanda.
Tindakan militer ini dimulai dengan serangan udara dan pengeboman oleh Belanda di beberapa wilayah di Papua. Pasukan Belanda yang berjumlah sekitar 15.000 orang kemudian mendarat di Papua dan melancarkan serangan darat. Mereka berhasil merebut beberapa wilayah strategis seperti Kota Jayapura.
Perlawanan sengit dari pihak Indonesia terjadi di beberapa wilayah di Papua, termasuk di Kota Biak. Namun, pasukan Belanda berhasil menguasai wilayah tersebut. Agresi Militer Belanda II berakhir pada tanggal 1 Mei 1963 dengan diserahkannya wilayah Papua kepada PBB dan kemudian diberikan kepada Indonesia.
Kesimpulan
Agresi Militer Belanda I dan II merupakan dua peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang menunjukkan ketegangan antara Indonesia dan Belanda pada masa kemerdekaan. Agresi ini menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian materi yang signifikan. Meskipun demikian, perlawanan rakyat Indonesia yang gigih dan semangat untuk meraih kemerdekaan akhirnya membuahkan hasil dengan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Sejarah ini memperkuat semangat dan kebanggaan bangsa Indonesia dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaannya.






