Berikut Ini yang Tidak Termasuk Langkah Menyusun Abstraksi adalah

Pendahuluan

Abstraksi merupakan bagian penting dalam sebuah tulisan ilmiah. Biasanya, abstraksi akan diletakkan di awal tulisan setelah judul. Abstraksi berfungsi untuk memberikan gambaran singkat tentang isi tulisan kepada pembaca. Namun, terdapat beberapa hal yang tidak termasuk dalam langkah-langkah menyusun abstraksi. Artikel ini akan membahas hal-hal tersebut.

1. Menyertakan Kutipan atau Referensi

Ketika menyusun abstraksi, sebaiknya tidak menyertakan kutipan langsung atau referensi. Abstraksi harus berisi rangkuman dari tulisan itu sendiri, dan bukan merupakan tempat untuk memasukkan kutipan atau referensi lainnya.

2. Menambahkan Detail yang Tidak Relevan

Abstraksi harus singkat dan padat. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk menambahkan detail yang tidak relevan dengan isi tulisan. Abstraksi seharusnya memberikan gambaran umum tentang topik tulisan, bukan memberikan detail-detail yang tidak diperlukan.

Bacaan Lainnya

3. Menyertakan Pendapat Pribadi

Abstraksi harus bersifat objektif dan tidak memuat pendapat pribadi penulis. Hal ini karena abstraksi bertujuan untuk memberikan informasi yang netral kepada pembaca. Oleh karena itu, jangan menyertakan pendapat pribadi dalam abstraksi.

4. Mengulang-ulang Kalimat

Abstraksi sebaiknya tidak mengulang-ulang kalimat yang sama. Meskipun abstraksi harus memberikan gambaran singkat tentang isi tulisan, pengulangan kalimat hanya akan membuang ruang yang seharusnya digunakan untuk hal-hal lain yang relevan.

5. Menyertakan Istilah yang Sulit Dipahami

Ketika menyusun abstraksi, penting untuk memperhatikan pemilihan kata. Jangan menyertakan istilah yang sulit dipahami oleh pembaca umum. Abstraksi harus mudah dipahami dan tidak memerlukan penjelasan tambahan.

6. Menggunakan Bahasa yang Terlalu Teknis

Abstraksi sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu teknis atau khusus, kecuali jika tulisan Anda ditujukan untuk pembaca yang memiliki latar belakang yang sama.

7. Menyertakan Detail Metodologi

Abstraksi tidak perlu menyertakan detail tentang metodologi yang digunakan dalam penelitian. Informasi tentang metodologi sebaiknya disampaikan dalam bagian yang sesuai, seperti bab tentang metode atau penelitian.

8. Menyebutkan Hasil Secara Rinci

Abstraksi hanya perlu memberikan gambaran umum tentang hasil yang diperoleh dalam tulisan. Tidak perlu memberikan detail yang sangat rinci. Hal ini bertujuan agar abstraksi tetap singkat dan tidak memakan terlalu banyak ruang.

9. Menyertakan Daftar Pustaka

Abstraksi tidak perlu menyertakan daftar pustaka atau referensi yang digunakan dalam tulisan. Daftar pustaka sebaiknya diletakkan di bagian akhir tulisan atau di akhir bab yang relevan.

10. Menambahkan Ilustrasi atau Gambar

Abstraksi tidak memerlukan ilustrasi atau gambar. Abstraksi sebaiknya berfokus pada teks dan memberikan gambaran singkat tentang isi tulisan. Penggunaan ilustrasi atau gambar sebaiknya disesuaikan dengan bagian lain dalam tulisan.

Kesimpulan

Dalam menyusun abstraksi, perlu diingat apa yang tidak termasuk dalam langkah-langkah tersebut. Hindari menyertakan kutipan atau referensi, detail yang tidak relevan, pendapat pribadi, pengulangan kalimat, istilah yang sulit dipahami, bahasa yang terlalu teknis, detail metodologi, hasil yang terlalu rinci, daftar pustaka, dan ilustrasi atau gambar. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, abstraksi Anda akan lebih berkualitas dan relevan dengan isi tulisan.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *