Sholat tarawih adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia pada bulan Ramadan. Namun, apakah arti kata tarawih itu sendiri? Bagaimana sejarahnya? Dan bagaimana pelaksanaannya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Arti Kata Tarawih
Tarawih berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah istirahat atau istirahat di antara sholat. Istirahat tersebut merujuk pada sholat sunnah yang dilakukan setelah sholat isya pada bulan Ramadan.
Sholat tarawih juga sering disebut dengan sholat witir, karena pada akhir pelaksanaannya akan ditutup dengan sholat witir.
Sejarah Sholat Tarawih
Sejarah sholat tarawih bermula pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. Pada tahun ke-17 Hijriyah, Khalifah Umar memerintahkan umat Islam untuk melakukan sholat tarawih secara berjamaah di masjid. Hal ini dilakukan untuk memudahkan para jamaah dalam melaksanakan sholat tarawih dan memperkuat rasa persaudaraan di antara mereka.
Pada awalnya, sholat tarawih dilakukan dalam 20 rakaat, namun kemudian dikurangi menjadi 8 rakaat oleh Imam Malik pada abad ke-2 Hijriyah. Hal ini dilakukan karena Imam Malik merasa bahwa umat Islam tidak mampu untuk melaksanakan sholat tarawih dalam jumlah rakaat yang banyak.
Pelaksanaan Sholat Tarawih
Sholat tarawih dilakukan setelah sholat isya pada bulan Ramadan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau di rumah. Namun, lebih dianjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih secara berjamaah di masjid.
Sholat tarawih dilakukan dalam beberapa rakaat, tergantung pada mazhab yang dianut. Pada mazhab Syafi’i, sholat tarawih dilakukan dalam 11 rakaat, sedangkan pada mazhab Hanafi dilakukan dalam 20 rakaat.
Setiap rakaat dalam sholat tarawih dilakukan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Quran lainnya. Pada akhir pelaksanaan sholat tarawih, dilakukan sholat witir yang biasanya dilakukan dalam 3 rakaat.
Kesimpulan
Sholat tarawih adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam pada bulan Ramadan. Arti kata tarawih sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah istirahat atau istirahat di antara sholat. Sejarah sholat tarawih bermula pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, dan dilakukan secara berjamaah di masjid untuk memudahkan para jamaah dalam melaksanakan sholat tarawih.
Pelaksanaan sholat tarawih dilakukan setelah sholat isya pada bulan Ramadan dan dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau di rumah. Sholat tarawih dilakukan dalam beberapa rakaat, tergantung pada mazhab yang dianut, dan setiap rakaat dilakukan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Quran lainnya.
Dengan memahami arti kata tarawih dan sejarah serta pelaksanaannya, diharapkan umat Islam dapat lebih memahami pentingnya melaksanakan sholat tarawih pada bulan Ramadan dan menjadikan ibadah ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.






