Sebagai orang yang bekerja di industri yang berhubungan dengan air, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah TDS dan TSS. Kedua istilah ini sering digunakan untuk mengukur kualitas air, namun apakah kamu tahu apa perbedaan antara TDS dan TSS?
Apa itu TDS?
TDS atau Total Dissolved Solids adalah ukuran jumlah total zat terlarut dalam air. Zat terlarut tersebut bisa berupa mineral, garam, logam, dan senyawa organik lainnya. TDS diukur dalam satuan ppm atau parts per million.
TDS biasanya diukur dengan menggunakan alat yang disebut TDS meter. Alat ini akan memberikan hasil pengukuran dalam bentuk angka yang menunjukkan jumlah TDS dalam air yang diuji.
Apa itu TSS?
TSS atau Total Suspended Solids adalah ukuran jumlah partikel padatan yang terdapat dalam air. Partikel padatan tersebut bisa berupa tanah, pasir, lumpur, dan zat organik lainnya. TSS diukur dalam satuan ppm atau parts per million.
TSS biasanya diukur dengan menggunakan alat yang disebut turbidimeter. Alat ini akan memberikan hasil pengukuran dalam bentuk angka yang menunjukkan jumlah TSS dalam air yang diuji.
Perbedaan antara TDS dan TSS
Perbedaan utama antara TDS dan TSS terletak pada jenis zat yang diukur. TDS mengukur jumlah total zat terlarut dalam air, sedangkan TSS mengukur jumlah partikel padatan yang terdapat dalam air.
Hal lain yang membedakan TDS dan TSS adalah metode pengukurannya. TDS diukur dengan menggunakan TDS meter, sedangkan TSS diukur dengan menggunakan turbidimeter.
Perbedaan lainnya adalah pengaruh terhadap kualitas air. TDS yang tinggi dapat menunjukkan adanya kandungan mineral atau senyawa organik yang berlebih dalam air, sedangkan TSS yang tinggi dapat menunjukkan adanya polusi atau pencemaran pada air.
Hubungan antara TDS dan TSS dengan Kualitas Air
Kualitas air yang baik seharusnya memiliki kandungan TDS dan TSS yang rendah. Air yang memiliki kandungan TDS dan TSS yang tinggi dapat menunjukkan adanya masalah pada kualitas air tersebut.
Kandungan TDS yang tinggi dapat menunjukkan adanya kandungan mineral atau senyawa organik yang berlebih dalam air. Kandungan mineral yang berlebih dapat menyebabkan air terasa asin atau pahit, sedangkan kandungan senyawa organik yang berlebih dapat menyebabkan air berbau tidak sedap dan berwarna keruh.
Kandungan TSS yang tinggi dapat menunjukkan adanya polusi atau pencemaran pada air. Partikel padatan yang terdapat dalam air dapat menyebabkan air berwarna keruh dan tidak jernih, serta dapat mengganggu kehidupan biota air seperti ikan dan tumbuhan air.
Cara Mengurangi Kandungan TDS dan TSS dalam Air
Untuk mengurangi kandungan TDS dan TSS dalam air, ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Menggunakan filter air untuk menghilangkan partikel padatan yang terdapat dalam air.
- Menggunakan sistem pengolahan air untuk menghilangkan kandungan mineral atau senyawa organik yang berlebih dalam air.
- Menggunakan bahan kimia untuk mengendapkan partikel padatan atau mengikat zat terlarut dalam air.
Namun, cara terbaik untuk memastikan kualitas air yang baik adalah dengan mencegah terjadinya pencemaran pada sumber air. Hal ini dapat dilakukan dengan cara tidak membuang limbah dan sampah pada sumber air, serta mengelola limbah secara baik dan benar.
Kesimpulan
TDS dan TSS adalah dua istilah yang sering digunakan untuk mengukur kualitas air. TDS mengukur jumlah total zat terlarut dalam air, sedangkan TSS mengukur jumlah partikel padatan yang terdapat dalam air. Keduanya diukur dalam satuan ppm atau parts per million. Kandungan TDS dan TSS yang tinggi dapat menunjukkan adanya masalah pada kualitas air, seperti adanya kandungan mineral atau senyawa organik yang berlebih dalam air, atau adanya polusi atau pencemaran pada air. Untuk mengurangi kandungan TDS dan TSS dalam air, dapat dilakukan dengan menggunakan filter air, sistem pengolahan air, atau bahan kimia. Namun, cara terbaik untuk memastikan kualitas air yang baik adalah dengan mencegah terjadinya pencemaran pada sumber air.






