Tegese sesorah merupakan salah satu jenis puisi lama yang berasal dari Jawa. Puisi ini sering digunakan dalam acara adat atau upacara. Biasanya, sesorah dibawakan oleh seorang pembicara yang ahli dalam bidangnya. Namun, bagi sebagian orang, tegese sesorah masih belum begitu dipahami dengan baik.
Asal Usul Tegese Sesorah
Tegese sesorah berasal dari bahasa Jawa yang terdiri dari dua kata, yaitu “tegese” yang berarti penjelasan atau makna, dan “sesorah” yang berarti pidato atau pembicaraan. Kedua kata tersebut kemudian digabungkan menjadi “tegese sesorah” yang artinya adalah penjelasan atau makna dari pidato atau pembicaraan.
Menurut sejarahnya, tegese sesorah pertama kali dikenal pada masa Kerajaan Majapahit. Pada masa itu, sesorah digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada raja atau penguasa. Kemudian, sesorah berkembang menjadi bentuk puisi yang sering digunakan dalam upacara adat atau keagamaan.
Ciri-Ciri Tegese Sesorah
Ada beberapa ciri-ciri yang membedakan tegese sesorah dengan jenis puisi lainnya. Pertama, tegese sesorah menggunakan bahasa Jawa kuno yang sulit dipahami oleh orang awam. Kedua, tegese sesorah memiliki irama dan gaya bercerita yang khas. Ketiga, tegese sesorah memiliki makna yang dalam dan sarat dengan nilai-nilai kehidupan.
Jenis-Jenis Tegese Sesorah
Tegese sesorah terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Tegese Pangkur
Tegese pangkur adalah jenis tegese sesorah yang menggunakan irama pangkur. Irama pangkur memiliki pola 7-5-12-5 dan banyak digunakan dalam musik gamelan. Tegese pangkur biasanya digunakan dalam upacara pernikahan atau khitanan.
2. Tegese Gendhing
Tegese gendhing adalah jenis tegese sesorah yang menggunakan irama gendhing. Irama gendhing memiliki pola 4-4-4-4 dan banyak digunakan dalam musik gamelan. Tegese gendhing biasanya digunakan dalam upacara adat atau keagamaan.
3. Tegese Macapat
Tegese macapat adalah jenis tegese sesorah yang menggunakan irama macapat. Irama macapat memiliki pola yang kompleks dan digunakan dalam musik gamelan. Tegese macapat biasanya digunakan dalam upacara adat atau keagamaan.
Cara Menyusun Tegese Sesorah
Untuk menyusun tegese sesorah, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1. Memilih Tema
Tema tegese sesorah harus sesuai dengan acara atau upacara yang akan dilaksanakan. Misalnya, jika acara yang akan dilaksanakan adalah pernikahan, maka tema tegese sesorah harus berkaitan dengan pernikahan.
2. Mempelajari Materi
Sebelum menyusun tegese sesorah, pembicara harus mempelajari materi yang akan dibawakan. Materi tersebut harus disusun dengan baik dan memiliki makna yang dalam.
3. Menentukan Rima dan Irama
Tegese sesorah harus memiliki rima dan irama yang khas. Rima digunakan untuk memperindah puisi, sedangkan irama digunakan untuk membangun alunan bercerita.
4. Menyusun Tegese Sesorah
Setelah rima dan irama ditentukan, langkah selanjutnya adalah menyusun tegese sesorah. Pada bagian ini, pembicara harus memperhatikan struktur puisi agar sesuai dengan irama dan rima yang telah ditentukan.
Manfaat Tegese Sesorah
Tegese sesorah memiliki manfaat yang cukup banyak, antara lain:
1. Menjaga Budaya
Tegese sesorah adalah salah satu bentuk seni budaya Jawa yang harus dijaga dan dilestarikan. Dengan tetap menjaga tegese sesorah, maka budaya Jawa tidak akan hilang ditelan zaman.
2. Menyampaikan Pesan
Tegese sesorah sering digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral atau nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat. Pesan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter yang baik pada masyarakat.
3. Menghibur
Tegese sesorah juga dapat digunakan untuk menghibur masyarakat. Pembicara dapat menyampaikan cerita atau humor yang dapat membuat pendengar merasa senang.
Kesimpulan
Tegese sesorah merupakan salah satu jenis puisi lama yang berasal dari Jawa. Puisi ini sering digunakan dalam acara adat atau upacara. Tegese sesorah memiliki ciri-ciri yang khas dan terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain tegese pangkur, gendhing, dan macapat. Untuk menyusun tegese sesorah, pembicara harus memilih tema, mempelajari materi, menentukan rima dan irama, serta menyusun tegese sesorah dengan baik. Tegese sesorah memiliki manfaat yang cukup banyak, antara lain menjaga budaya, menyampaikan pesan, dan menghibur masyarakat.






