Tata krama atau etika berbicara adalah hal yang penting dalam berkomunikasi lisan. Dalam berbicara, kita harus memperhatikan tata krama agar tidak menyinggung perasaan orang lain dan menjaga hubungan yang baik. Berikut adalah 2 contoh penerapan tata krama dalam berkomunikasi lisan.
1. Menggunakan Bahasa yang Santun
Dalam berkomunikasi lisan, kita harus menggunakan bahasa yang santun dan sopan. Hindari menggunakan kata-kata kasar atau mengucapkan kata-kata yang tidak sopan. Selain itu, kita juga harus menghindari penggunaan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Misalnya, ketika berbicara dengan seseorang yang memiliki berat badan lebih, kita harus menghindari mengatakan “gemuk” atau “gendut. Sebaliknya, kita bisa menggunakan kata-kata yang lebih santun seperti “berisi” atau “memiliki tubuh yang lebih besar.
Hal ini penting untuk menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. Kita tidak ingin menyakiti perasaan orang lain dengan kata-kata yang tidak sopan.
2. Mendengarkan dengan Seksama
Ketika berbicara dengan orang lain, kita juga harus mendengarkan dengan seksama. Hindari terlalu banyak berbicara dan mengganggu orang lain ketika mereka berbicara. Selain itu, kita juga harus menunjukkan bahwa kita benar-benar memperhatikan apa yang mereka katakan dengan mengangguk atau memberikan respons yang tepat.
Hal ini akan membuat orang lain merasa dihargai dan dihormati. Dengan mendengarkan dengan seksama, kita juga dapat memahami perasaan dan pandangan orang lain dengan lebih baik.
Kesimpulan
Dalam berkomunikasi lisan, kita harus memperhatikan tata krama atau etika berbicara agar tidak menyinggung perasaan orang lain dan menjaga hubungan yang baik. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam tata krama berbicara, seperti menggunakan bahasa yang santun dan mendengarkan dengan seksama. Dengan menerapkan tata krama yang baik, kita dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain dan menciptakan lingkungan yang harmonis.






