Pendahuluan
Dasar negara merupakan landasan utama dalam sebuah negara untuk mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam proses perumusan dasar negara, terdapat tokoh-tokoh yang berperan penting sebagai penyampai usulan mengenai dasar negara secara berurutan. Artikel ini akan membahas beberapa tokoh penting yang berkontribusi dalam perumusan dasar negara secara berurutan di Indonesia.
Mohammad Hatta
Tokoh pertama yang menjadi penyampai usulan mengenai dasar negara secara berurutan adalah Mohammad Hatta. Beliau merupakan salah satu pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan juga wakil presiden pertama Indonesia. Hatta banyak berperan dalam perumusan dan penyampaian usulan mengenai dasar negara melalui pidato-pidatonya yang inspiratif.
Salah satu pidato terkenal Hatta adalah pidato di sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 yang membahas mengenai dasar negara Indonesia. Pada pidato tersebut, Hatta menyampaikan usulan mengenai Pancasila sebagai dasar negara yang terdiri dari lima sila. Usulan ini kemudian diadopsi dan menjadi dasar negara Indonesia hingga saat ini.
Soekarno
Tokoh selanjutnya yang memiliki peran penting dalam penyampaian usulan mengenai dasar negara secara berurutan adalah Soekarno. Beliau merupakan proklamator kemerdekaan Indonesia dan juga presiden pertama Indonesia. Soekarno memiliki visi dan pemikiran yang kuat mengenai dasar negara yang harus dimiliki oleh Indonesia.
Pada tahun 1965, Soekarno menyampaikan pidato di hadapan tokoh-tokoh masyarakat mengenai dasar negara yang berjudul “Pancasila sebagai Dasar Negara”. Pidato tersebut merupakan salah satu usulan penting yang menguatkan Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh dan berkekuatan kuat.
Abdurrahman Wahid
Tokoh berikutnya yang ikut berperan dalam penyampaian usulan mengenai dasar negara secara berurutan adalah Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur. Beliau merupakan presiden Indonesia keempat yang menjabat pada tahun 1999-2001. Gus Dur memiliki pemikiran yang inklusif dan menghargai keragaman dalam perumusan dasar negara.
Pada saat menjadi presiden, Gus Dur menyampaikan berbagai usulan mengenai dasar negara yang menghargai keragaman agama dan budaya di Indonesia. Beliau berpendapat bahwa Pancasila harus menjadi dasar negara yang menghormati kebebasan beragama dan memperhatikan keberagaman budaya di Indonesia.
Megawati Soekarnoputri
Tokoh terakhir yang menjadi penyampai usulan mengenai dasar negara secara berurutan adalah Megawati Soekarnoputri. Beliau merupakan presiden Indonesia kelima yang menjabat pada tahun 2001-2004. Megawati juga memiliki kontribusi penting dalam perumusan dan penyampaian usulan mengenai dasar negara.
Megawati menganggap Pancasila sebagai dasar negara yang harus dijunjung tinggi dan diimplementasikan dengan baik. Beliau menyampaikan usulan mengenai keutuhan Pancasila sebagai dasar negara yang tidak boleh diganggu gugat. Megawati juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menjalankan dasar negara.
Kesimpulan
Tokoh-tokoh yang telah disebutkan di atas memiliki peran penting sebagai penyampai usulan mengenai dasar negara secara berurutan di Indonesia. Dari Mohammad Hatta, Soekarno, Abdurrahman Wahid, hingga Megawati Soekarnoputri, mereka semua berkontribusi dalam perumusan dan penyampaian usulan yang memperkuat Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Dalam menghadapi perubahan zaman, peran tokoh-tokoh ini tetap relevan dan penting dalam menjaga keutuhan dan keberlanjutan dasar negara Indonesia.






