Tasamuh dan Toleransi: Pengertian, Dalil, Contoh, dan Fungsinya

Tasamuh dan toleransi merupakan dua konsep yang seringkali dianggap sama, padahal sebenarnya keduanya memiliki perbedaan. Tasamuh merujuk pada sikap yang menerima perbedaan dan menghargai keberagaman, sedangkan toleransi merujuk pada sikap yang membiarkan atau mengizinkan perbedaan untuk tetap ada tanpa harus menghargai atau menerima keberagaman tersebut. Dalam konteks masyarakat yang plural, tasamuh dan toleransi menjadi penting untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai pengertian, dalil, contoh, dan fungsi dari tasamuh dan toleransi.

Pengertian Tasamuh dan Toleransi

Tasamuh secara etimologi berasal dari kata samah yang berarti damai atau selaras. Dalam konteks sosial, tasamuh merujuk pada sikap yang menghargai perbedaan dan menerima keberagaman sebagai bagian dari kehidupan. Tasamuh juga seringkali diartikan sebagai kesediaan untuk memberi maaf, mengurangi permusuhan, dan menghindari konflik. Dalam Islam, tasamuh adalah sikap yang dianjurkan untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam. Sedangkan toleransi berasal dari kata tolerare yang berarti membiarkan atau mengizinkan. Toleransi merujuk pada sikap yang membiarkan perbedaan untuk tetap ada tanpa harus menghargai atau menerima keberagaman tersebut. Toleransi juga seringkali diartikan sebagai kesediaan untuk mengakomodasi perbedaan tanpa harus mengubah atau merubah nilai-nilai yang diyakini.

Dalil Tasamuh dan Toleransi dalam Islam

Tasamuh dan toleransi merupakan sikap yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini dapat dilihat dari beberapa dalil yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadis. Salah satu contohnya adalah Surah Al-Hujurat Ayat 13 yang berbunyi “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan antar manusia adalah suatu kehendak Allah dan harus dihargai sebagai bagian dari keberagaman manusia.

Bacaan Lainnya

Selain itu, juga terdapat Hadis yang mengajarkan tentang tasamuh dan toleransi. Salah satu contohnya adalah Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa “Tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia mencintai sesama manusia apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri”. Hadis ini mengajarkan pentingnya mencintai sesama manusia tanpa memandang perbedaan apapun sebagai bagian dari keimanan.

Contoh Tasamuh dan Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari

Tasamuh dan toleransi dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah dalam beragama. Tasamuh dan toleransi dapat diterapkan dengan menghargai keberagaman agama dan keyakinan. Kita harus menghargai keyakinan orang lain tanpa harus merendahkan atau merusak keyakinan sendiri. Selain itu, tasamuh dan toleransi juga dapat diterapkan dalam budaya. Kita harus menghargai keberagaman budaya yang ada dan tidak merendahkan atau merusak budaya sendiri. Contohnya dalam menyambut hari raya idul fitri, kita dapat memberikan ucapan selamat kepada teman-teman yang beragama Islam tanpa harus merubah keyakinan agama kita.

Tasamuh dan toleransi juga dapat diterapkan dalam berbagai aspek sosial. Kita dapat memahami dan menghargai perbedaan jenis kelamin, orientasi seksual, atau masalah kesehatan mental yang dimiliki oleh seseorang. Kita juga dapat menghargai perbedaan pendapat dalam hal politik atau pandangan dunia tanpa harus merendahkan atau merusak pandangan sendiri.

Fungsi Tasamuh dan Toleransi dalam Masyarakat

Tasamuh dan toleransi memiliki fungsi yang sangat penting dalam menciptakan kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang plural. Dalam masyarakat yang plural, perbedaan menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, penting untuk menghormati dan menerima keberagaman sebagai bagian dari kehidupan. Dalam Islam, tasamuh dan toleransi dianggap sebagai sikap yang dianjurkan untuk menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.

Selain itu, tasamuh dan toleransi juga dapat mengurangi konflik dan permusuhan dalam masyarakat. Dengan menghargai dan menerima perbedaan, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain dan meminimalisir konflik yang mungkin terjadi. Tasamuh dan toleransi juga dapat membantu kita memahami pandangan dan keyakinan orang lain sehingga kita dapat belajar dari pengalaman mereka dan memperluas wawasan kita.

Kesimpulan

Tasamuh dan toleransi merupakan sikap yang sangat penting dalam masyarakat yang plural. Tasamuh mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan menerima keberagaman sebagai bagian dari kehidupan, sedangkan toleransi mengajarkan kita untuk membiarkan perbedaan untuk tetap ada tanpa harus menghargai atau menerima keberagaman tersebut. Dalam Islam, tasamuh dan toleransi dianggap sebagai sikap yang dianjurkan untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam. Tasamuh dan toleransi dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan memiliki fungsi yang sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis. Dengan menghargai dan menerima perbedaan, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain dan meminimalisir konflik yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, penting untuk mempraktikkan tasamuh dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *