Mendel merupakan seorang biologis berkebangsaan Austria yang terkenal dengan eksperimen tentang pewarisan sifat pada tanaman kacang ercis. Eksperimen tersebut dilakukan pada abad ke-19, dan hasilnya sangat penting bagi perkembangan genetika. Dalam penelitiannya, Mendel memeriksa sifat-sifat benda yang diamati yang berperan dalam pewarisan sifat. Berikut adalah sifat-sifat benda yang diamati Mendel dalam penelitiannya:
1. Warna Biji
Mendel mengamati warna biji kacang ercis yang dapat berupa kuning atau hijau. Warna ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Jika induk memiliki gen yang sama untuk warna biji, maka keturunannya akan memiliki warna yang sama. Namun, jika induk memiliki gen yang berbeda, maka keturunannya akan memiliki warna yang berbeda.
2. Bentuk Biji
Mendel juga memperhatikan bentuk biji kacang ercis yang dapat berupa bulat atau keriput. Bentuk ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen bulat dominan terhadap gen keriput. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen bulat dan gen keriput, maka keturunannya akan memiliki biji yang bulat.
3. Tinggi Tanaman
Mendel juga memperhatikan tinggi tanaman kacang ercis yang dapat tinggi atau pendek. Tinggi ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen tinggi dominan terhadap gen pendek. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen tinggi dan gen pendek, maka keturunannya akan memiliki tanaman yang tinggi.
4. Warna Bunga
Mendel juga memperhatikan warna bunga kacang ercis yang dapat merah atau putih. Warna ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen merah dominan terhadap gen putih. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen merah dan gen putih, maka keturunannya akan memiliki bunga yang merah.
5. Bentuk Bunga
Mendel juga memperhatikan bentuk bunga kacang ercis yang dapat berupa tunggal atau majemuk. Bentuk ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen tunggal dominan terhadap gen majemuk. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen tunggal dan gen majemuk, maka keturunannya akan memiliki bunga yang tunggal.
6. Jumlah Biji
Mendel juga memperhatikan jumlah biji pada kacang ercis yang dapat berjumlah banyak atau sedikit. Jumlah ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen banyak dominan terhadap gen sedikit. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen banyak dan gen sedikit, maka keturunannya akan memiliki biji yang banyak.
7. Bentuk Polong
Mendel juga memperhatikan bentuk polong kacang ercis yang dapat berupa bulat atau memanjang. Bentuk ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen bulat dominan terhadap gen memanjang. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen bulat dan gen memanjang, maka keturunannya akan memiliki polong yang bulat.
8. Warna Polong
Mendel juga memperhatikan warna polong kacang ercis yang dapat berwarna hijau atau kuning. Warna ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen hijau dominan terhadap gen kuning. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen hijau dan gen kuning, maka keturunannya akan memiliki polong yang hijau.
9. Ukuran Polong
Mendel juga memperhatikan ukuran polong kacang ercis yang dapat besar atau kecil. Ukuran ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen besar dominan terhadap gen kecil. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen besar dan gen kecil, maka keturunannya akan memiliki polong yang besar.
10. Warna Kulit Buah
Mendel juga memperhatikan warna kulit buah yang dapat berwarna hijau atau kuning. Warna ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen hijau dominan terhadap gen kuning. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen hijau dan gen kuning, maka keturunannya akan memiliki buah yang berkulit hijau.
11. Bentuk Kulit Buah
Mendel juga memperhatikan bentuk kulit buah yang dapat berbentuk bulat atau lonjong. Bentuk ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen bulat dominan terhadap gen lonjong. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen bulat dan gen lonjong, maka keturunannya akan memiliki buah yang berbentuk bulat.
12. Ukuran Kulit Buah
Mendel juga memperhatikan ukuran kulit buah kacang ercis yang dapat besar atau kecil. Ukuran ini ditentukan oleh gen yang diperoleh dari induk. Gen besar dominan terhadap gen kecil. Oleh karena itu, jika satu induk memiliki gen besar dan gen kecil, maka keturunannya akan memiliki buah yang berkulit besar.
13. Rasio Pewarisan Sifat
Selain memperhatikan sifat-sifat benda yang diamati, Mendel juga memperhatikan rasio pewarisan sifat. Ia menemukan bahwa rasio pewarisan sifat pada tanaman kacang ercis selalu mengikuti pola tertentu, yaitu 3:1. Artinya, jika satu induk memiliki gen dominan dan gen resesif dalam rasio 3:1, maka keturunannya akan memiliki sifat yang sesuai dengan rasio tersebut.
14. Hukum Dominansi
Mendel juga menemukan hukum dominansi dalam pewarisan sifat pada tanaman kacang ercis. Hukum ini menyatakan bahwa jika dua gen yang berbeda hadir dalam satu individu, maka gen yang dominan akan menentukan sifat yang muncul. Sedangkan gen yang resesif hanya akan muncul jika kedua gen yang resesif hadir pada individu tersebut.
15. Hukum Segregasi
Mendel juga menemukan hukum segregasi dalam pewarisan sifat pada tanaman kacang ercis. Hukum ini menyatakan bahwa dua gen yang berbeda akan terpisah saat pembentukan sel kelamin. Artinya, setiap sel kelamin hanya akan mengandung satu gen dari setiap pasangan gen.
16. Hukum Pemisahan Bebas
Mendel juga menemukan hukum pemisahan bebas dalam pewarisan sifat pada tanaman kacang ercis. Hukum ini menyatakan bahwa pewarisan sifat pada satu pasangan gen tidak mempengaruhi pewarisan sifat pada pasangan gen lainnya. Artinya, pewarisan sifat pada satu pasangan gen tidak tergantung pada pewarisan sifat pada pasangan gen lainnya.
17. Hukum Penentuan Independen
Mendel juga menemukan hukum penentuan independen dalam pewarisan sifat pada tanaman kacang ercis. Hukum ini menyatakan bahwa sifat-sifat yang diwariskan oleh satu pasangan gen tidak berpengaruh pada sifat-sifat yang diwariskan oleh pasangan gen lainnya. Artinya, sifat-sifat yang diwariskan pada satu pasangan gen tidak tergantung pada sifat-sifat yang diwariskan pada pasangan gen lainnya.
18. Homozigot
Homozigot adalah individu yang memiliki dua gen yang sama untuk suatu sifat. Contohnya, individu yang memiliki dua gen bulat untuk biji kacang ercis.
19. Heterozigot
Heterozigot adalah individu yang memiliki dua gen yang berbeda untuk suatu sifat. Contohnya, individu yang memiliki satu gen bulat dan satu gen keriput untuk biji kacang ercis.
20. Gen Dominan
Gen dominan adalah gen yang menentukan sifat yang muncul pada individu yang heterozigot. Contohnya, gen bulat pada biji kacang ercis.
21. Gen Resesif
Gen resesif adalah gen yang tidak menentukan sifat yang muncul pada individu yang heterozigot. Contohnya, gen keriput pada biji kacang ercis.
22. Genotipe
Genotipe adalah susunan gen pada individu. Contohnya, genotipe individu yang heterozigot untuk biji kacang ercis adalah Rr.
23. Fenotipe
Fenotipe adalah sifat yang muncul pada individu. Contohnya, fenotipe individu yang heterozigot untuk biji kacang ercis adalah biji yang bulat.
24. Alel
Alel adalah bentuk alternatif dari suatu gen. Contohnya, alel bulat dan alel keriput pada gen biji kacang ercis.
25. Locus
Locus adalah tempat pada kromosom yang menentukan sifat tertentu. Contohnya, lokus gen biji kacang ercis pada kromosom.
26. Kromosom
Kromosom adalah struktur dalam sel yang membawa informasi genetik. Contohnya, kromosom pada sel tanaman kacang ercis.
27. Sel Kelamin
Sel kelamin adalah sel yang mengandung informasi genetik yang diturunkan dari induk ke keturunan. Contohnya, sel kelamin pada tanaman kacang ercis yang menghasilkan polen dan sel telur.
28. Induk
Induk adalah orang atau hewan yang memberikan informasi genetik kepada keturunannya. Contohnya, induk pada tanaman kacang ercis yang memberikan gen untuk sifat biji, polong, dan buah.
29. Keturunan
Keturunan adalah individu yang menerima informasi genetik dari induk. Contohnya, keturunan pada tanaman kacang ercis yang mewarisi sifat biji, polong, dan buah dari induknya.
30. Kesimpulan
Sifat-sifat benda yang diamati Mendel dalam penelitiannya meliputi warna biji, bentuk biji, tinggi tanaman, warna bunga, bentuk bunga, jumlah biji, bentuk polong, warna polong, ukuran polong, warna kulit buah, bentuk kulit buah, ukuran kulit buah, rasio pewarisan sifat, hukum dominansi, hukum segregasi, hukum pemisahan bebas, hukum penentuan independen, homozigot, heterozigot, gen dominan, gen resesif, genotipe, fenotipe, alel, locus, kromosom, sel kelamin, induk, dan keturunan. Dalam penelitiannya, Mendel menemukan rasio pewarisan sifat yang selalu mengikuti pola tertentu, hukum dominansi, hukum segregasi, hukum pemisahan bebas, dan hukum penentuan independen. Penemuan-penemuan tersebut sangat penting bagi perkembangan genetika dan ilmu biologi pada umumnya.






