Rasio Fenotip Persilangan Dihybrid Adalah

Pendahuluan

Persilangan dihibrid adalah metode yang digunakan dalam genetika untuk mempelajari bagaimana sifat-sifat genetik diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui persilangan dihibrid, kita dapat memahami rasio fenotip yang mungkin terjadi pada keturunan yang dihasilkan dari persilangan individu yang berbeda.

Definisi Persilangan Dihybrid

Persilangan dihibrid melibatkan persilangan dua individu yang berbeda dalam hal dua sifat yang berbeda pula. Contohnya, kita bisa mempertimbangkan persilangan antara tanaman ercis dengan biji kuning (YY) dan biji hijau (yy) dengan tanaman ercis dengan biji halus (RR) dan biji keriput (rr). Dalam hal ini, kita ingin melihat bagaimana sifat-sifat biji dan sifat-sifat polong berdampak pada keturunan yang dihasilkan.

Teori Mendel dalam Persilangan Dihybrid

Salah satu hukum yang ditemukan oleh Gregor Mendel adalah Hukum Segregasi Bebas. Hukum ini menyatakan bahwa alel-alel yang berbeda untuk suatu sifat akan terpisah selama pembentukan sel-sel reproduksi. Dalam persilangan dihibrid, kita dapat melihat bagaimana hukum ini berlaku untuk dua sifat yang berbeda, seperti biji dan polong pada tanaman ercis.

Bacaan Lainnya

Rasio Fenotip pada Persilangan Dihybrid

Untuk memahami rasio fenotip yang mungkin terjadi pada persilangan dihibrid, kita perlu mempertimbangkan sifat-sifat yang diwariskan secara mandiri. Dalam contoh yang telah disebutkan sebelumnya, biji kuning (Y) dan biji hijau (y) serta biji halus (R) dan biji keriput (r) adalah sifat-sifat yang diwariskan secara mandiri.

Jika kita melihat hanya satu sifat pada suatu waktu, misalnya biji, maka rasio fenotip yang mungkin adalah 3:1. Ini berarti bahwa 75% keturunan akan memiliki biji kuning dan 25% akan memiliki biji hijau.

Demikian pula, jika kita hanya mempertimbangkan sifat polong, maka rasio fenotip yang mungkin juga akan menjadi 3:1. Artinya, 75% keturunan akan memiliki polong halus dan 25% akan memiliki polong keriput.

Kombinasi Sifat dalam Persilangan Dihybrid

Setelah memahami rasio fenotip masing-masing sifat secara terpisah, kita dapat melihat kombinasi kedua sifat dalam persilangan dihibrid. Jika kita menggabungkan kedua sifat, maka kita akan mendapatkan rasio fenotip yang berbeda.

Dalam contoh persilangan ercis dengan biji kuning (YY) dan biji hijau (yy) serta biji halus (RR) dan biji keriput (rr), kita ingin melihat rasio fenotip keturunan yang mungkin memiliki biji kuning dan polong halus. Dalam hal ini, rasio fenotip yang mungkin adalah 9:3:3:1.

Artinya, 9% keturunan akan memiliki biji kuning dan polong halus, 3% akan memiliki biji kuning dan polong keriput, 3% akan memiliki biji hijau dan polong halus, dan 1% akan memiliki biji hijau dan polong keriput.

Pengaruh Faktor Genetik pada Rasio Fenotip

Perhitungan rasio fenotip pada persilangan dihibrid didasarkan pada faktor genetik yang terlibat. Dalam contoh ercis dengan biji kuning (YY) dan biji hijau (yy) serta biji halus (RR) dan biji keriput (rr), alel yang dominan akan menentukan ekspresi sifat pada keturunan.

Sebagai contoh, alel biji kuning (Y) dan alel biji halus (R) adalah alel dominan, sedangkan alel biji hijau (y) dan alel biji keriput (r) adalah alel resesif. Oleh karena itu, keturunan yang memiliki genotipe YyRr akan mengekspresikan sifat-sifat biji kuning dan polong halus.

Kesimpulan

Persilangan dihibrid adalah metode yang digunakan untuk mempelajari rasio fenotip pada keturunan yang dihasilkan dari persilangan individu yang berbeda dalam hal dua sifat yang berbeda pula. Dalam persilangan dihibrid, kita dapat melihat bagaimana rasio fenotip mungkin terjadi pada persilangan ercis dengan biji kuning (YY) dan biji hijau (yy) serta biji halus (RR) dan biji keriput (rr).

Rasio fenotip yang mungkin pada persilangan dihibrid adalah 9:3:3:1, yang berarti 9% keturunan akan memiliki biji kuning dan polong halus, 3% akan memiliki biji kuning dan polong keriput, 3% akan memiliki biji hijau dan polong halus, dan 1% akan memiliki biji hijau dan polong keriput.

Perhitungan rasio fenotip didasarkan pada faktor genetik yang terlibat, di mana alel dominan akan menentukan ekspresi sifat pada keturunan. Dalam contoh ercis dengan biji kuning (YY) dan biji hijau (yy) serta biji halus (RR) dan biji keriput (rr), keturunan dengan genotipe YyRr akan mengekspresikan sifat biji kuning dan polong halus.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *