Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Umumnya Berbahasa

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya merupakan bukti sejarah yang sangat berharga bagi Indonesia. Kerajaan Sriwijaya yang berada di wilayah Sumatera pada abad ke-7 hingga ke-14 Masehi, memiliki kebudayaan yang sangat maju dan memiliki pengaruh yang luas di Asia Tenggara. Salah satu peninggalan yang paling terkenal dari Kerajaan Sriwijaya adalah prasasti-prasasti yang ditemukan di berbagai wilayah.

Prasasti dalam Bahasa Melayu Kuno

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya umumnya ditulis dalam bahasa Melayu Kuno. Bahasa Melayu Kuno merupakan salah satu bentuk bahasa Melayu yang digunakan pada masa lampau. Bahasa ini memiliki peranan penting dalam perdagangan dan komunikasi di wilayah Asia Tenggara pada masa itu. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika prasasti-prasasti Kerajaan Sriwijaya ditulis dalam bahasa ini.

Prasasti-prasasti dalam bahasa Melayu Kuno ini berisi tentang berbagai hal, seperti pujian kepada raja, catatan mengenai pembangunan kuil, hingga perjanjian dagang. Isi dari prasasti-prasasti ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kehidupan dan kegiatan masyarakat pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Bacaan Lainnya

Penyebaran Prasasti Sriwijaya

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Sumatera dan Jawa. Prasasti-prasasti ini ditemukan di berbagai tempat, seperti Palembang, Jambi, Bangka, dan Jakarta. Penyebaran prasasti-prasasti ini menunjukkan pengaruh yang luas yang dimiliki oleh Kerajaan Sriwijaya pada masa itu.

Salah satu prasasti yang terkenal adalah Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Palembang. Prasasti ini berisi tentang permintaan raja Sriwijaya kepada penduduk setempat untuk memperbaiki kanal irigasi. Selain itu, terdapat juga Prasasti Talang Tuwo yang ditemukan di Jambi yang berisi tentang penegasan batas wilayah Kerajaan Sriwijaya.

Keberagaman Bahasa dalam Prasasti Sriwijaya

Meskipun umumnya prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ditulis dalam bahasa Melayu Kuno, terdapat juga beberapa prasasti yang menggunakan bahasa lain. Beberapa prasasti menggunakan bahasa Sanskerta, bahasa Jawa Kuno, dan bahasa Kawi. Hal ini menunjukkan adanya keberagaman budaya dan bahasa di wilayah Kerajaan Sriwijaya.

Prasasti-prasasti yang ditulis dalam bahasa Sanskerta umumnya berisi tentang kegiatan keagamaan, seperti pembangunan kuil dan pemujaan terhadap dewa-dewi. Prasasti-prasasti dalam bahasa Jawa Kuno dan bahasa Kawi umumnya berisi tentang pujian kepada raja dan catatan mengenai peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Keunikan Prasasti Sriwijaya

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikan tersebut adalah bentuk prasasti yang beragam. Ada prasasti yang berbentuk batu besar dengan ukiran yang indah, ada juga prasasti yang berbentuk lempengan logam yang diberi tanda-tanda tertentu.

Selain itu, prasasti-prasasti ini juga memiliki keunikan dalam hal bahasa dan tulisan. Bahasa Melayu Kuno yang digunakan memiliki perbedaan dengan bahasa Melayu modern yang digunakan saat ini. Tulisan pada prasasti-prasasti ini juga menggunakan aksara yang berbeda dengan aksara yang digunakan saat ini.

Kegunaan Prasasti Sriwijaya

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya memiliki kegunaan yang sangat penting dalam bidang sejarah dan kebudayaan. Prasasti-prasasti ini menjadi sumber utama dalam mengungkap sejarah Kerajaan Sriwijaya dan kehidupan masyarakat pada masa itu.

Dalam bidang kebudayaan, prasasti-prasasti ini memberikan informasi mengenai perkembangan bahasa, tulisan, dan kepercayaan masyarakat pada masa Kerajaan Sriwijaya. Prasasti-prasasti ini juga menjadi bukti nyata tentang keberadaan Kerajaan Sriwijaya yang merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di dunia pada masanya.

Kesimpulan

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya umumnya berbahasa Melayu Kuno dan menjadi bukti sejarah yang berharga bagi Indonesia. Penyebarannya di berbagai wilayah menunjukkan pengaruh yang luas yang dimiliki oleh Kerajaan Sriwijaya. Keberagaman bahasa dan tulisan pada prasasti-prasasti ini juga mencerminkan keberagaman budaya di wilayah Kerajaan Sriwijaya. Prasasti-prasasti ini memiliki keunikan tersendiri dalam bentuk, bahasa, dan tulisan. Kegunaannya sebagai sumber sejarah dan kebudayaan sangat penting untuk memahami masa lalu Indonesia dan peran Kerajaan Sriwijaya dalam sejarah Asia Tenggara.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *