1. Oksidasi
Oksidasi adalah salah satu bentuk perubahan kimia di mana suatu zat kehilangan elektron. Reaksi ini sering terjadi ketika suatu zat bereaksi dengan oksigen, seperti ketika besi berkarat atau buah apel yang teroksidasi dan berubah warna menjadi coklat. Oksidasi juga dapat terjadi ketika suatu zat bereaksi dengan zat lain yang memiliki afinitas elektron yang tinggi.
2. Reduksi
Reduksi adalah kebalikan dari oksidasi, di mana suatu zat mendapatkan elektron. Reaksi ini sering terjadi dalam proses kimia, seperti ketika logam yang teroksidasi direduksi kembali menjadi logam murni melalui reaksi dengan zat pengurang. Contohnya adalah ketika bijih besi direduksi menjadi besi dengan menggunakan kokas.
3. Pembakaran
Pembakaran adalah salah satu bentuk perubahan kimia yang paling umum. Reaksi ini terjadi ketika suatu zat bereaksi dengan oksigen dalam keadaan yang sangat panas, menghasilkan energi dalam bentuk panas dan cahaya. Contoh pembakaran adalah ketika kayu atau bahan bakar fosil seperti bensin atau minyak tanah terbakar.
4. Fermentasi
Fermentasi adalah proses perubahan kimia di mana mikroorganisme seperti ragi atau bakteri mengubah zat organik menjadi zat lain dengan bantuan enzim. Contoh fermentasi adalah ketika ragi mengubah gula menjadi alkohol dalam pembuatan bir atau anggur.
5. Reaksi Asam-Basa
Reaksi asam-basa adalah perubahan kimia yang terjadi ketika asam dan basa bereaksi satu sama lain. Reaksi ini menghasilkan produk baru yang memiliki sifat-sifat yang berbeda dari asalnya. Contoh reaksi asam-basa adalah ketika asam sitrat dalam jeruk direaksikan dengan natrium hidroksida, menghasilkan garam natrium sitrat dan air.
6. Reaksi Pengendapan
Reaksi pengendapan adalah perubahan kimia di mana zat padat terbentuk dari larutan dalam bentuk presipitat. Reaksi ini terjadi ketika larutan jenuh mengalami perubahan kondisi yang menyebabkan zat yang tidak larut turun ke dasar wadah. Contoh reaksi pengendapan adalah pembentukan garam batu di laut yang terjadi ketika air laut menguap.
7. Reaksi Oksidasi-Reduksi
Reaksi oksidasi-reduksi, juga dikenal sebagai reaksi redoks, adalah perubahan kimia di mana terjadi transfer elektron antara dua zat. Salah satu zat kehilangan elektron (teroksidasi) sementara zat lain mendapatkan elektron (direduksi). Contoh reaksi redoks adalah ketika besi teroksidasi menjadi karat dan logam tembaga direduksi menjadi tembaga murni.
8. Reaksi Hidrolisis
Reaksi hidrolisis adalah perubahan kimia di mana suatu senyawa terpecah menjadi dua atau lebih senyawa baru melalui reaksi dengan air. Contoh reaksi hidrolisis adalah ketika sukrosa (gula) terurai menjadi glukosa dan fruktosa dalam proses pencernaan manusia.
9. Reaksi Polimerisasi
Reaksi polimerisasi adalah proses perubahan kimia di mana molekul-molekul kecil disatukan menjadi rantai panjang yang disebut polimer. Reaksi ini sering terjadi dalam pembuatan plastik, di mana monomer-monomer seperti etilena atau vinil klorida direaksikan menjadi polimer-polimer yang lebih besar.
10. Reaksi Dekomposisi
Reaksi dekomposisi adalah perubahan kimia di mana suatu senyawa terurai menjadi dua atau lebih senyawa yang lebih sederhana. Reaksi ini sering terjadi melalui pemanasan atau penggunaan energi lainnya. Contoh reaksi dekomposisi adalah ketika natrium bikarbonat terurai menjadi natrium karbonat, air, dan karbon dioksida saat dipanaskan.
11. Reaksi Feroksida
Reaksi feroksida adalah perubahan kimia di mana senyawa besi bereaksi dengan oksigen. Reaksi ini sering terjadi ketika besi berkarat dan membentuk zat baru yang berwarna kemerahan atau coklat. Karat pada besi adalah hasil dari reaksi feroksida.
12. Reaksi Esterifikasi
Reaksi esterifikasi adalah perubahan kimia di mana asam organik dan alkohol bereaksi membentuk senyawa kimia yang disebut ester. Reaksi ini sering terjadi dalam industri makanan dan minuman, seperti pembuatan minyak sayur atau minuman beralkohol.
13. Reaksi Substitusi
Reaksi substitusi adalah perubahan kimia di mana satu atau lebih atom dalam suatu molekul digantikan oleh atom atau gugus fungsional lainnya. Reaksi ini sering terjadi dalam kimia organik, seperti reaksi hidrogenasi ketika atom hidrogen menggantikan atom karbon dalam senyawa alkuna.
14. Reaksi Adisi
Reaksi adisi adalah perubahan kimia di mana dua molekul digabungkan untuk membentuk satu molekul baru. Reaksi ini sering terjadi dalam kimia organik, seperti reaksi adisi hidrokarbon ketika hidrogen bereaksi dengan suatu senyawa dan membentuk senyawa baru.
15. Reaksi Eliminasi
Reaksi eliminasi adalah perubahan kimia di mana molekul kecil terlepas dari molekul yang lebih besar, menghasilkan dua molekul baru. Reaksi ini sering terjadi dalam kimia organik, seperti reaksi eliminasi alkohol ketika air terlepas dari molekul alkohol dan membentuk senyawa alkena.
16. Reaksi Kompleksometri
Reaksi kompleksometri adalah perubahan kimia di mana senyawa kompleks terbentuk melalui reaksi antara ion logam dengan ligan (molekul yang dapat membentuk ikatan dengan logam). Reaksi ini sering digunakan dalam analisis kimia untuk mengukur konsentrasi ion logam dalam larutan.
17. Reaksi Hidrogel
Reaksi hidrogel adalah perubahan kimia di mana suatu material berubah menjadi bentuk gel ketika terkena air atau larutan lainnya. Reaksi ini sering digunakan dalam pembuatan bahan medis seperti lensa kontak atau pembalut luka yang menyerap cairan.
18. Reaksi Polimerisasi Radikal Bebas
Reaksi polimerisasi radikal bebas adalah perubahan kimia di mana monomer-monomer bereaksi satu sama lain melalui radikal bebas yang membentuk rantai polimer. Reaksi ini sering terjadi dalam pembuatan karet sintetis atau plastik, seperti polietilen atau polipropilen.
19. Reaksi Polimerisasi Koordinasi
Reaksi polimerisasi koordinasi adalah perubahan kimia di mana monomer-monomer bereaksi satu sama lain melalui kompleks koordinasi antara logam transisi dan ligan. Reaksi ini sering terjadi dalam pembuatan polimer karet, seperti karet butadiena atau karet stirena-butadiena.
20. Reaksi Saponifikasi
Reaksi saponifikasi adalah perubahan kimia di mana suatu lemak atau minyak bereaksi dengan basa kuat seperti natrium hidroksida, menghasilkan garam alkali dan gliserol. Reaksi ini sering terjadi dalam pembuatan sabun, di mana lemak atau minyak bereaksi dengan basa kuat dan membentuk senyawa-senyawa baru.
21. Reaksi Kompleksasi
Reaksi kompleksasi adalah perubahan kimia di mana senyawa kompleks terbentuk melalui reaksi antara ion logam dengan ligan yang terdiri dari beberapa atom. Reaksi ini sering terjadi dalam kimia koordinasi, di mana senyawa kompleks dibentuk melalui ikatan antara logam transisi dan ligan seperti amonia atau air.
22. Reaksi Eksotermik
Reaksi eksotermik adalah perubahan kimia di mana energi dilepaskan dalam bentuk panas. Reaksi ini sering terjadi dalam pembakaran atau dalam reaksi kimia yang menghasilkan energi, seperti reaksi antara logam dan asam.
23. Reaksi Endotermik
Reaksi endotermik adalah perubahan kimia di mana energi diserap dari lingkungan sekitarnya. Reaksi ini membutuhkan energi untuk memulai atau mempertahankan reaksi, seperti dalam proses pembuatan es di dalam freezer.
24. Reaksi Kompleks Ligand
Reaksi kompleks ligand adalah perubahan kimia di mana senyawa kompleks terbentuk melalui reaksi antara ion logam dengan ligan yang hanya terdiri dari satu atom. Reaksi ini sering terjadi dalam kimia koordinasi, seperti pembentukan senyawa kompleks besi dengan ligan amonia atau air.
25. Reaksi Fotokimia
Reaksi fotokimia adalah perubahan kimia yang terjadi karena adanya sinar atau radiasi. Reaksi ini membutuhkan energi dari cahaya untuk memulai atau mempercepat reaksi, seperti dalam proses fotosintesis pada tumbuhan.
26. Reaksi Heterogen
Reaksi heterogen adalah perubahan kimia di mana reaktan dan produk berada dalam fase yang berbeda, seperti gas dan padatan atau cairan dan padatan. Reaksi ini sering terjadi dalam reaksi kimia di permukaan, seperti reaksi antara gas dan logam pada permukaan katalis.
27. Reaksi Homogen
Reaksi homogen adalah perubahan kimia di mana reaktan dan produk berada dalam fase yang sama, seperti gas-gas, cairan-cairan, atau padatan-padatan. Reaksi ini sering terjadi dalam reaksi kimia di dalam larutan, seperti reaksi antara asam dan basa dalam air.
28. Reaksi Kesetimbangan
Reaksi kesetimbangan adalah perubahan kimia di mana reaksi berjalan dalam kedua arah secara bersamaan dan tingkat pembentukan produk sama dengan tingkat pembentukan reaktan. Reaksi ini mencapai titik kesetimbangan di mana konsentrasi reaktan dan produk tidak berubah lagi.
29. Reaksi Kecepatan
Reaksi kecepatan adalah perubahan kimia di mana reaksi berlangsung dengan tingkat yang berbeda-beda tergantung pada konsentrasi reaktan, suhu, dan faktor-faktor lainnya. Reaksi ini dapat terjadi dengan cepat atau lambat tergantung pada kondisi reaksi.
30. Reaksi Kompleks
Reaksi kompleks adalah perubahan kimia di mana reaksi melibatkan banyak langkah dan intermediat yang terbentuk di antara reaktan dan produk akhir. Reaksi ini sering terjadi dalam reaksi kimia yang kompleks, seperti dalam proses fotosintesis atau respirasi.
Kesimpulan
Perubahan kimia melibatkan transformasi zat-zat menjadi bentuk baru dengan sifat-sifat yang berbeda. Beberapa perubahan kimia yang umum meliputi oksidasi, reduksi, pembakaran, fermentasi, reaksi asam-basa, reaksi pengendapan, reaksi oksidasi-reduksi, hidrolisis, polimerisasi, dekomposisi, dan banyak lagi. Setiap perubahan kimia memiliki karakter






