Pantun merupakan salah satu bentuk puisi tradisional Indonesia yang memiliki ciri khas tersendiri. Salah satu ciri khas pantun adalah adanya persamaan bunyi pada akhir kata dalam setiap barisnya. Persamaan bunyi ini disebut dengan istilah “persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun”. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai fenomena ini.
Apa itu Persamaan Bunyi pada Akhir Kata dalam Pantun?
Persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun adalah pengulangan bunyi yang serupa pada akhir kata dalam setiap baris pantun. Bunyi yang serupa tersebut bisa berupa bunyi vokal maupun bunyi konsonan. Contohnya, dalam pantun berikut:
Ali ayam berlari
Budi bebek berenang
Cinta datang menghampiri
Duka pun terus menyambang
Terlihat bahwa pada akhir kata dalam setiap baris pantun di atas terdapat persamaan bunyi. Pada baris pertama, terdapat persamaan bunyi “ari”, kemudian pada baris kedua terdapat persamaan bunyi “ang”, dan seterusnya.
Makna dan Fungsi Persamaan Bunyi pada Akhir Kata dalam Pantun
Persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun memiliki beberapa makna dan fungsi. Pertama, persamaan bunyi ini dapat memberikan kesan indah dan harmonis pada pantun. Bunyi yang serupa pada akhir kata memberikan irama yang menyenangkan saat pantun dibaca atau dinyanyikan.
Kedua, persamaan bunyi ini juga dapat membantu mengingat pantun dengan lebih mudah. Dengan adanya persamaan bunyi, pantun menjadi lebih mudah diingat dan dihafalkan karena terdapat pola yang konsisten.
Ketiga, persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun juga memiliki nilai estetika. Pantun menjadi lebih menarik dan memikat bagi pendengar atau pembaca karena adanya pengulangan bunyi yang serupa.
Contoh Persamaan Bunyi pada Akhir Kata dalam Pantun
Berikut adalah beberapa contoh persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun:
Anak ayam turun ke kali
Berkumpul semua di sana
Cicak-cicak di dinding
Diam diam merayap ke atas
Air susu dibalas dengan air tuba
Banyak jalan menuju Roma
Cinta datang tak diundang, pergi tak diantar
Diam-diam ubi berisi, diam-diam batu berisi
Keberagaman Persamaan Bunyi dalam Pantun
Meskipun terdapat persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun, variasi persamaan bunyi tersebut sangatlah beragam. Hal ini membuat setiap pantun memiliki keunikan dan keindahan tersendiri.
Ada pantun yang persamaan bunyinya hanya terjadi pada satu akhir kata, seperti dalam pantun berikut:
Air laut biru jernih
Burung pipit berkicau riang
Cinta yang tulus di hati
Dapat mengatasi segala rintangan
Di pantun ini, persamaan bunyi terjadi pada kata “jernih” dan “riang”.
Selain itu, ada juga pantun yang persamaan bunyinya terjadi pada beberapa akhir kata, seperti dalam pantun berikut:
Air mata berlinang di pipi
Burung hantu terbang malam hari
Cinta sejati takkan pernah pudar
Demi kebahagiaan yang abadi
Di pantun ini, persamaan bunyi terjadi pada kata “pipi” dan “hari”, serta pada kata “pudar” dan “abadi”.
Kesimpulan
Persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun merupakan salah satu ciri khas pantun yang memberikan keindahan dan keunikan pada puisi tradisional Indonesia ini. Persamaan bunyi ini memberikan irama yang harmonis, memudahkan penghafalan, dan menambah nilai estetika pada pantun. Meskipun terdapat persamaan bunyi, variasi persamaan bunyi dalam pantun sangatlah beragam, membuat setiap pantun memiliki keunikan tersendiri.






