Mengenal dan memahami penamaan zat adalah hal yang penting dalam dunia kimia. Penamaan yang benar akan memudahkan kita dalam mengidentifikasi zat-zat tertentu dan memahami sifat-sifat kimianya. Namun, terkadang terdapat kesalahan dalam penamaan zat yang dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa contoh penamaan zat yang tidak benar. Mari kita simak penjelasannya!
1. Air Oksigen
Salah satu kesalahan umum dalam penamaan zat adalah menyebut air sebagai air oksigen. Padahal, air sebenarnya terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen, sehingga namanya seharusnya air (H2O) bukan air oksigen. Kesalahan ini sering terjadi karena oksigen merupakan salah satu komponen utama dalam air.
2. Air Karbonik
Penamaan zat yang tidak benar lainnya adalah menyebut air soda atau minuman bersoda sebagai air karbonik. Air soda sebenarnya mengandung gas karbon dioksida yang larut dalam air, sehingga namanya seharusnya air soda bukan air karbonik. Kesalahan ini mungkin terjadi karena kandungan karbon dioksida yang memberikan sensasi berkarbonasi pada minuman tersebut.
3. Asam Karbonat
Asam karbonat adalah salah satu contoh penamaan zat yang sering keliru. Asam karbonat sebenarnya terbentuk dari reaksi antara asam karbonat (H2CO3) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam karbonat yang seharusnya menjadi asam karbonat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam karbonat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
4. Asam Nitrat
Penamaan zat yang sering keliru berikutnya adalah menyebut asam nitrat sebagai asam nitrat. Asam nitrat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam nitrat (HNO3) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam nitrat yang seharusnya menjadi asam nitrat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam nitrat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom nitrogen.
5. Gula Asam
Gula asam adalah salah satu contoh penamaan zat yang keliru. Gula asam sebenarnya terbentuk dari reaksi antara gula dan asam, sehingga namanya seharusnya gula asam bukan gula asam. Kesalahan ini mungkin terjadi karena gula asam memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung gula.
6. Asam Klorida
Penamaan zat yang sering keliru berikutnya adalah menyebut asam klorida sebagai asam klorida. Asam klorida sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam klorida (HCl) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam klorida yang seharusnya menjadi asam klorida. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam klorida memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom klorin.
7. Asam Sulfat
Penamaan zat yang keliru lainnya adalah menyebut asam sulfat sebagai asam sulfat. Asam sulfat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam sulfat (H2SO4) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam sulfat yang seharusnya menjadi asam sulfat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam sulfat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom belerang.
8. Asam Fosfat
Asam fosfat adalah salah satu contoh penamaan zat yang sering keliru. Asam fosfat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam fosfat (H3PO4) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam fosfat yang seharusnya menjadi asam fosfat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam fosfat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom fosfor.
9. Kaporit
Kaporit adalah salah satu contoh penamaan zat yang keliru. Kaporit sebenarnya merupakan senyawa kimia yang memiliki rumus kimia Ca(ClO)2. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai kaporit yang seharusnya menjadi kaporit. Kesalahan ini mungkin terjadi karena kaporit memiliki sifat yang mirip dengan kapur.
10. Asam Nitrit
Penamaan zat yang sering keliru berikutnya adalah menyebut asam nitrit sebagai asam nitrit. Asam nitrit sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam nitrit (HNO2) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam nitrit yang seharusnya menjadi asam nitrit. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam nitrit memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom nitrogen.
11. Asam Sianida
Penamaan zat yang keliru lainnya adalah menyebut asam sianida sebagai asam sianida. Asam sianida sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam sianida (HCN) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam sianida yang seharusnya menjadi asam sianida. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam sianida memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon dan nitrogen.
12. Asam Asetat
Asam asetat adalah salah satu contoh penamaan zat yang sering keliru. Asam asetat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam asetat (CH3COOH) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam asetat yang seharusnya menjadi asam asetat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam asetat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
13. Asam Sitrat
Penamaan zat yang sering keliru berikutnya adalah menyebut asam sitrat sebagai asam sitrat. Asam sitrat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam sitrat (C6H8O7) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam sitrat yang seharusnya menjadi asam sitrat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam sitrat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
14. Asam Laktat
Penamaan zat yang keliru lainnya adalah menyebut asam laktat sebagai asam laktat. Asam laktat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam laktat (C3H6O3) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam laktat yang seharusnya menjadi asam laktat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam laktat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
15. Asam Formiat
Asam formiat adalah salah satu contoh penamaan zat yang sering keliru. Asam formiat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam formiat (HCOOH) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam formiat yang seharusnya menjadi asam formiat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam formiat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
16. Asam Propionat
Penamaan zat yang sering keliru berikutnya adalah menyebut asam propionat sebagai asam propionat. Asam propionat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam propionat (CH3CH2COOH) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam propionat yang seharusnya menjadi asam propionat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam propionat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
17. Asam Benzoat
Penamaan zat yang keliru lainnya adalah menyebut asam benzoat sebagai asam benzoat. Asam benzoat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam benzoat (C6H5COOH) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam benzoat yang seharusnya menjadi asam benzoat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam benzoat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
18. Asam Kafeinat
Asam kafeinat adalah salah satu contoh penamaan zat yang sering keliru. Asam kafeinat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam kafeinat (C8H10N4O2) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam kafeinat yang seharusnya menjadi asam kafeinat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam kafeinat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
19. Asam Akrilat
Penamaan zat yang sering keliru berikutnya adalah menyebut asam akrilat sebagai asam akrilat. Asam akrilat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam akrilat (C3H4O2) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam akrilat yang seharusnya menjadi asam akrilat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam akrilat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
20. Asam Sitrat
Penamaan zat yang keliru lainnya adalah menyebut asam sitrat sebagai asam sitrat. Asam sitrat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam sitrat (C6H8O7) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam sitrat yang seharusnya menjadi asam sitrat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam sitrat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
21. Asam Laktat
Asam laktat adalah salah satu contoh penamaan zat yang sering keliru. Asam laktat sebenarnya merupakan senyawa kimia yang terbentuk dari reaksi antara asam laktat (C3H6O3) dan air. Namun, seringkali orang salah menyebutnya sebagai asam laktat yang seharusnya menjadi asam laktat. Kesalahan ini mungkin terjadi karena asam laktat memiliki sifat yang bersifat asam dan mengandung atom karbon.
22. Asam Formiat
Penamaan zat yang sering keliru berikutnya adalah menyebut asam formiat






