Pendahuluan
Gerakan Wahabi adalah sebuah aliran dalam Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahhab, seorang ulama asal Arab Saudi pada abad ke-18. Gerakan ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam sejarah perkembangan Islam di berbagai negara. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai pelopor gerakan Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab.
Pelataran
Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1703 di desa ‘Uyaynah di wilayah Najd, Arab Saudi. Ia berasal dari keluarga ulama yang terkenal dan tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan pengetahuan agama. Sejak kecil, Muhammad bin Abdul Wahhab menunjukkan minat yang besar terhadap studi agama dan menghabiskan waktunya untuk mempelajari kitab-kitab agama.
Pemikiran dan Pengaruh
Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab terinspirasi oleh pemahamannya terhadap ajaran agama Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Hadis. Ia menekankan pentingnya kembali ke prinsip-prinsip dasar agama Islam yang murni, seperti monotheisme (Tauhid), penolakan terhadap praktik-praktik bid’ah (inovasi agama), dan penolakan terhadap syirik (penghambaan kepada selain Allah).
Pengaruh Muhammad bin Abdul Wahhab terutama dirasakan di wilayah Najd, tempat kelahirannya. Ia berhasil memperoleh dukungan dari keluarga kerajaan Saudi pada saat itu dan bekerja sama dengan Muhammad bin Saud, pendiri dinasti Saudi. Kedua tokoh ini membentuk aliansi yang kuat, dimana Muhammad bin Saud bertindak sebagai pemimpin politik dan Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai pemimpin spiritual.
Penyebaran Gerakan Wahabi
Berbagai upaya dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Muhammad bin Saud untuk menyebarluaskan gerakan Wahabi ke wilayah-wilayah sekitar. Mereka menggunakan metode dakwah yang intensif dan mengajak orang-orang untuk kembali ke ajaran agama Islam yang murni. Banyak orang yang tertarik dengan pemikiran Wahabi dan menjadi pengikut gerakan ini.
Penyebaran gerakan Wahabi tidak hanya terbatas di wilayah Arab Saudi, namun juga menyebar ke negara-negara lain seperti Mesir, Suriah, dan India. Pengaruh gerakan ini menimbulkan beberapa perubahan dalam masyarakat Muslim, termasuk dalam bidang pendidikan, hukum, dan kehidupan sosial.
Kritik dan Kontroversi
Gerakan Wahabi juga mendapatkan banyak kritik dan kontroversi dari berbagai pihak. Beberapa kritik dilontarkan terhadap pendekatan yang keras dalam menghadapi praktik-praktik keagamaan yang dianggap bid’ah. Selain itu, ada juga kritik terhadap pemahaman sempit dalam menginterpretasikan ajaran agama Islam.
Beberapa kontroversi yang melibatkan gerakan Wahabi termasuk di antaranya adalah penghancuran makam-makam bersejarah, larangan terhadap musik, dan ketatnya aturan terhadap kehidupan sehari-hari. Hal-hal ini menjadi perdebatan dalam masyarakat Muslim dan menuai tanggapan yang beragam.
Kesimpulan
Muhammad bin Abdul Wahhab dapat dianggap sebagai pelopor gerakan Wahabi yang memiliki pengaruh yang signifikan dalam sejarah perkembangan Islam. Pemikirannya yang berfokus pada pemurnian ajaran agama Islam dan penolakan terhadap praktik-praktik bid’ah telah mendapatkan banyak pengikut dan menyebabkan perubahan dalam masyarakat Muslim.
Gerakan Wahabi juga mendapatkan kritik dan kontroversi, terutama terkait dengan pendekatan yang keras dan pemahaman sempit terhadap ajaran agama. Meskipun demikian, pengaruh gerakan ini masih dapat dirasakan hingga saat ini.






