Pada Hewan yang Bertelur, Embrio Mendapatkan Makanan dari…

Pengantar

Selamat datang di artikel ini yang akan membahas tentang bagaimana embrio pada hewan yang bertelur mendapatkan makanan. Proses perkembangan embrio pada hewan bertelur sangat menarik dan kompleks. Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bagaimana embrio memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang.

Pada Hewan yang Bertelur

Pada hewan yang bertelur, embrio mendapatkan makanan dari sumber yang berbeda tergantung pada spesiesnya. Beberapa hewan bertelur memiliki mekanisme internal yang memungkinkan mereka menyimpan nutrisi dalam telur untuk mendukung pertumbuhan embrio, sedangkan yang lain membutuhkan nutrisi eksternal.

1. Telur dengan Sumber Nutrisi Internal

Pada beberapa jenis hewan, seperti burung dan reptil, telur memiliki sumber nutrisi internal yang disebut kuning telur. Kuning telur merupakan sumber makanan yang kaya nutrisi yang disimpan di dalam telur untuk mendukung perkembangan embrio.

Bacaan Lainnya

Saat embrio berkembang, kuning telur akan diabsorbsi oleh embrio. Nutrisi yang terkandung dalam kuning telur sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan embrio. Kunang telur mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat-zat penting lainnya yang dibutuhkan oleh embrio.

Proses absorpsi kuning telur berlangsung melalui pembuluh darah yang terdapat pada saluran pencernaan embrio. Nutrisi yang diabsorbsi akan disalurkan ke dalam tubuh embrio dan digunakan untuk membangun jaringan dan organ-organ yang sedang berkembang.

2. Telur dengan Sumber Nutrisi Eksternal

Pada beberapa jenis hewan, seperti ikan dan amfibi, embrio mendapatkan nutrisi dari lingkungan sekitar. Telur-telur ini biasanya diletakkan di air, di mana embrio dapat memperoleh nutrisi dari larva atau organisme kecil lainnya yang hidup di dalam air.

Proses ini dikenal sebagai nutrisi eksternal karena embrio tidak bergantung pada sumber makanan internal dalam telur. Nutrisi yang diperoleh oleh embrio berasal dari organisme-organisme yang ada di sekitarnya. Hal ini sering terjadi pada hewan yang hidup di air, di mana sumber makanan mudah ditemukan.

3. Telur dengan kombinasi Sumber Nutrisi Internal dan Eksternal

Pada jenis hewan tertentu, seperti kura-kura, embrio mendapatkan nutrisi dari kombinasi sumber nutrisi internal dan eksternal. Kura-kura betina menyimpan nutrisi dalam kuning telur seperti pada burung dan reptil lainnya, namun embrio juga dapat memperoleh nutrisi eksternal saat menetas di habitat alami mereka.

Sumber nutrisi eksternal pada kura-kura misalnya adalah tumbuhan air dan organisme kecil yang terdapat di perairan tempat telur diletakkan. Embrio kura-kura dapat memanfaatkan sumber makanan ini untuk mendukung pertumbuhan mereka saat masih berada di dalam telur.

Kesimpulan

Pada hewan yang bertelur, embrio memperoleh makanan dari sumber yang berbeda-beda. Beberapa hewan memiliki sumber nutrisi internal dalam bentuk kuning telur, sedangkan yang lain memperoleh nutrisi dari lingkungan sekitar. Ada juga hewan yang mendapatkan nutrisi dari kombinasi sumber internal dan eksternal.

Proses ini penting bagi perkembangan embrio, karena nutrisi yang diperoleh sangat berperan dalam pembentukan jaringan dan organ yang sedang berkembang. Dengan pemahaman tentang bagaimana embrio mendapatkan nutrisi, kita dapat lebih menghargai keajaiban perkembangan kehidupan pada hewan yang bertelur.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *