Menurut Tonnies, Gemeinschaft Paguyuban Dibedakan atas Tiga Tipe Yaitu

Pendahuluan

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dan hubungan antarindividu dalam masyarakat. Salah satu tokoh sosiologi yang terkenal adalah Ferdinand Tonnies. Ia mengemukakan konsep Gemeinschaft dan Gesellschaft yang menggambarkan dua bentuk masyarakat yang berbeda. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai Gemeinschaft paguyuban yang dibedakan oleh Tonnies menjadi tiga tipe.

Gemeinschaft Paguyuban

Gemeinschaft merupakan bentuk masyarakat yang lebih bersifat tradisional dan berdasarkan pada hubungan sosial yang kuat. Tonnies menyebutkan bahwa dalam Gemeinschaft terdapat paguyuban yang dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu:

1. Gemeinschaft Keluarga

Gemeinschaft keluarga adalah bentuk paguyuban yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Di dalam keluarga, hubungan antaranggota didasarkan pada ikatan darah dan hubungan kekerabatan. Hubungan ini sangat erat dan saling mendukung satu sama lain. Setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawab tertentu dalam kelangsungan hidup dan keberlangsungan keluarga. Misalnya, orang tua memiliki peran sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam melindungi dan mengurus keluarga.

Bacaan Lainnya

2. Gemeinschaft Desa

Gemeinschaft desa adalah bentuk paguyuban yang terjadi dalam lingkungan desa. Di dalam desa, hubungan antarwarga didasarkan pada kehidupan bersama dalam satu wilayah geografis. Masyarakat desa memiliki ikatan sosial yang kuat karena mereka hidup dalam satu komunitas yang saling mengenal dan saling membantu. Mereka memiliki kebiasaan dan tradisi yang sama serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan bersama seperti gotong-royong dan acara adat.

3. Gemeinschaft Organisasi Sosial

Gemeinschaft organisasi sosial adalah bentuk paguyuban yang terjadi dalam suatu organisasi sosial, seperti klub olahraga, lembaga amal, atau perkumpulan tertentu. Dalam organisasi ini, hubungan antaranggota didasarkan pada tujuan dan kepentingan bersama yang dijalankan oleh organisasi tersebut. Anggota organisasi memiliki rasa solidaritas dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama. Misalnya, dalam klub olahraga, anggota saling mendukung dan berlatih bersama untuk mencapai prestasi dalam bidang olahraga yang sama.

Kesimpulan

Menurut Tonnies, Gemeinschaft paguyuban dibedakan atas tiga tipe, yaitu Gemeinschaft keluarga, Gemeinschaft desa, dan Gemeinschaft organisasi sosial. Ketiga tipe ini memiliki ciri-ciri hubungan sosial yang kuat dan bergantung pada ikatan sosial yang erat. Memahami perbedaan antara ketiga tipe Gemeinschaft ini penting dalam memahami dinamika masyarakat tradisional dan peran paguyuban di dalamnya.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *