Manakah di Bawah Ini yang Bukan Merupakan Kitab Peninggalan Kerajaan Kediri?

Pengantar

Kerajaan Kediri merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri di pulau Jawa pada abad ke-11 hingga ke-13 Masehi. Kerajaan ini terkenal dengan kekayaan budayanya, termasuk dalam hal keagamaan dan sastra. Salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi bukti kebesaran Kerajaan Kediri adalah kitab-kitab yang diproduksi pada masa itu. Namun, tidak semua kitab yang ada saat ini dapat dikategorikan sebagai peninggalan Kerajaan Kediri. Artikel ini akan membahas beberapa kitab yang bukan merupakan peninggalan dari Kerajaan Kediri.

1. Kitab Sutasoma

Kitab Sutasoma adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14 Masehi. Meski memiliki hubungan dengan Kerajaan Kediri karena berasal dari era yang hampir bersamaan, kitab ini sebenarnya bukan merupakan karya langsung dari Kerajaan Kediri.

2. Kitab Arjuna Wiwaha

Kitab Arjuna Wiwaha adalah karya sastra Jawa Kuno yang ditulis oleh Mpu Kanwa pada abad ke-11 Masehi. Kitab ini bercerita tentang perjalanan hidup Arjuna, salah satu tokoh pewayangan dalam Mahabharata. Meskipun Arjuna Wiwaha memiliki kaitan dengan cerita-cerita yang berkembang pada masa Kerajaan Kediri, kitab ini bukan merupakan peninggalan langsung dari Kerajaan Kediri.

Bacaan Lainnya

3. Kitab Gatotkacasraya

Kitab Gatotkacasraya adalah karya sastra Jawa Kuno yang ditulis oleh Mpu Panuluh pada abad ke-14 Masehi. Kitab ini menceritakan tentang perjalanan hidup Gatotkaca, salah satu tokoh pewayangan dalam Mahabharata. Meskipun Gatotkacasraya memiliki kaitan dengan cerita-cerita yang berkembang pada masa Kerajaan Kediri, kitab ini bukan merupakan peninggalan langsung dari Kerajaan Kediri.

4. Kitab Pararaton

Kitab Pararaton adalah salah satu kitab sejarah Jawa Kuno yang ditulis pada abad ke-16 Masehi. Kitab ini berisi tentang sejarah berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa, termasuk Kerajaan Kediri. Meskipun kitab ini berhubungan dengan Kerajaan Kediri, Pararaton bukan merupakan kitab peninggalan langsung dari Kerajaan Kediri.

5. Kitab Nagarakretagama

Kitab Nagarakretagama adalah karya sastra Jawa Kuno yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada abad ke-14 Masehi. Kitab ini berisi tentang pujian terhadap raja dan kerajaan Majapahit, yang merupakan penerus dari Kerajaan Kediri. Meskipun Nagarakretagama memiliki kaitan dengan Kerajaan Kediri, kitab ini bukan merupakan peninggalan langsung dari Kerajaan Kediri.

6. Kitab Kakawin Bharatayudha

Kitab Kakawin Bharatayudha adalah salah satu karya sastra Jawa Kuno yang ditulis oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh pada abad ke-11 Masehi. Kitab ini mengisahkan tentang perang Bharatayudha dalam wiracarita Mahabharata. Kakawin Bharatayudha memiliki kaitan dengan cerita-cerita yang berkembang pada masa Kerajaan Kediri, namun bukan merupakan peninggalan langsung dari Kerajaan Kediri.

Kesimpulan

Dari beberapa kitab yang telah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak semua kitab yang berhubungan dengan Kerajaan Kediri dapat dikategorikan sebagai peninggalan langsung dari Kerajaan Kediri. Meskipun memiliki kaitan dengan masa Kerajaan Kediri, kitab-kitab tersebut sebenarnya ditulis pada masa yang berbeda dan oleh pengarang yang berbeda pula. Namun, keberadaan kitab-kitab tersebut tetap memberikan gambaran tentang kekayaan budaya dan sastra yang berkembang pada masa itu.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *