Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat di kancah internasional, tentunya memiliki ideologi politik luar negeri yang menjadi dasar dalam menjalankan hubungan dengan negara lain. Ideologi politik luar negeri tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Namun, ada beberapa landasan ideologi politik luar negeri Indonesia yang menjadi pijakan dalam menjalankan hubungan dengan dunia internasional. Apa saja landasan tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.
Pancasila
Salah satu landasan ideologi politik luar negeri Indonesia yang paling mendasar adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, juga menjadi dasar dalam menjalankan hubungan dengan negara lain. Pancasila mengajarkan prinsip-prinsip dasar seperti persatuan, kesatuan, gotong royong, dan menghargai perbedaan. Dalam hubungan internasional, Pancasila menjadi landasan dalam menjalin kerja sama dengan negara lain agar tercipta perdamaian dan keamanan dunia.
UUD 1945
Selain Pancasila, landasan ideologi politik luar negeri Indonesia yang juga penting adalah UUD 1945. UUD 1945 menjadi dasar dalam menjalankan hubungan internasional, karena memuat prinsip-prinsip dasar negara Indonesia dalam berhubungan dengan negara lain. Dalam UUD 1945, terdapat pasal-pasal yang mengatur tentang hubungan internasional seperti Pasal 11 yang berbunyi, “Negara Indonesia menjamin bebas dan aktif dalam politik luar negeri, untuk memajukan kesejahteraan umat manusia”.
Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional juga menjadi landasan ideologi politik luar negeri Indonesia. Ketahanan nasional mencakup berbagai aspek seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Dalam hubungan internasional, ketahanan nasional menjadi dasar dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia dari ancaman negara lain. Selain itu, ketahanan nasional juga menjadi dasar dalam menjalin kerja sama ekonomi, politik, dan sosial dengan negara lain untuk memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif
Politik luar negeri bebas dan aktif menjadi landasan ideologi politik luar negeri Indonesia yang penting. Konsep politik luar negeri bebas dan aktif diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950-an. Konsep ini mengajarkan bahwa Indonesia harus bebas dalam menjalankan politik luar negeri dan aktif dalam mengambil peran di dunia internasional. Dalam konsep politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia tidak terikat oleh satu blok negara tertentu dan bersikap netral dalam menghadapi konflik internasional.
Kerja Sama Internasional
Kerja sama internasional menjadi landasan ideologi politik luar negeri Indonesia yang juga penting. Indonesia menjalin kerja sama dengan berbagai negara di dunia untuk memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia dan negara-negara lain. Kerja sama internasional dilakukan dalam berbagai bidang seperti ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Indonesia juga aktif dalam organisasi regional dan internasional seperti ASEAN, PBB, dan OKI untuk memajukan kesejahteraan dunia.
Keberpihakan pada Keadilan dan Kemanusiaan
Keberpihakan pada keadilan dan kemanusiaan juga menjadi landasan ideologi politik luar negeri Indonesia yang penting. Indonesia memegang prinsip-prinsip tersebut dalam menjalankan hubungan internasional. Dalam berhubungan dengan negara lain, Indonesia selalu mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia dan kepentingan dunia pada umumnya. Indonesia juga aktif dalam menyelesaikan konflik internasional yang terjadi dan membantu negara-negara yang membutuhkan bantuan dalam berbagai bidang.
Kebhinnekaan
Kebhinnekaan atau keberagaman budaya, agama, dan suku bangsa menjadi landasan ideologi politik luar negeri Indonesia yang penting. Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya dan suku bangsa, menjunjung tinggi prinsip keberagaman tersebut dalam hubungan internasional. Indonesia selalu menghargai perbedaan dan menjalin hubungan dengan negara lain tanpa memandang suku, agama, atau budaya. Dalam hal ini, Indonesia juga aktif dalam mempromosikan keberagaman budaya Indonesia di kancah internasional.
Kesimpulan
Demikianlah beberapa landasan ideologi politik luar negeri Indonesia yang penting dalam menjalankan hubungan dengan negara lain. Pancasila, UUD 1945, ketahanan nasional, politik luar negeri bebas dan aktif, kerja sama internasional, keberpihakan pada keadilan dan kemanusiaan, dan kebhinekaan, menjadi pijakan dalam menjalankan hubungan internasional. Dengan mengikuti landasan ideologi politik luar negeri tersebut, diharapkan Indonesia dapat memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia dan dunia pada umumnya serta menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia dari ancaman negara lain.






