Pendahuluan
Kritik adalah sebuah kegiatan yang lazim dilakukan dalam sejarah. Kritik di dalam sejarah terbagi menjadi dua jenis, yaitu kritik internal dan eksternal. Kedua jenis kritik ini memiliki peran dan tujuan yang berbeda dalam memahami dan menganalisis peristiwa sejarah. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang kedua jenis kritik tersebut.
Kritik Internal
Kritik internal adalah jenis kritik yang dilakukan oleh para sejarawan yang memiliki pemahaman mendalam tentang konteks sejarah yang sedang dipelajari. Para sejarawan ini menggunakan sumber-sumber primer, seperti dokumen dan catatan sejarah, untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang peristiwa yang sedang dikaji.
Kritik internal bertujuan untuk memahami peristiwa sejarah dari sudut pandang yang lebih dalam. Para sejarawan yang melakukan kritik internal akan mencari konsistensi dalam sumber-sumber primer yang mereka gunakan. Mereka juga akan mempertimbangkan latar belakang sosial, politik, dan budaya pada saat peristiwa tersebut terjadi.
Kritik Eksternal
Kritik eksternal, di sisi lain, melibatkan penggunaan teori dan pendekatan yang berasal dari luar disiplin sejarah untuk menganalisis peristiwa sejarah. Para sejarawan yang melakukan kritik eksternal menggunakan perspektif dan metode ilmiah lain, seperti sosiologi, antropologi, dan ekonomi, untuk memahami peristiwa sejarah secara lebih luas.
Kritik eksternal bertujuan untuk melihat peristiwa sejarah dari sudut pandang yang lebih holistik. Para sejarawan yang melakukan kritik eksternal akan mencoba menghubungkan peristiwa sejarah dengan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhinya, seperti struktur sosial, kekuasaan politik, dan kondisi ekonomi pada saat itu.
Perbedaan antara Kritik Internal dan Eksternal
Ada beberapa perbedaan mendasar antara kritik internal dan eksternal dalam sejarah. Perbedaan tersebut meliputi:
1. Sumber Data
Kritik internal menggunakan sumber-sumber primer, seperti dokumen dan catatan sejarah, sedangkan kritik eksternal menggunakan teori dan pendekatan dari disiplin ilmu lain.
2. Tujuan
Kritik internal bertujuan untuk memahami peristiwa sejarah secara mendalam dan konsisten, sedangkan kritik eksternal bertujuan untuk melihat peristiwa sejarah dari perspektif yang lebih luas dan holistik.
3. Pendekatan
Kritik internal menggunakan pendekatan yang lebih tradisional dan fokus pada pemahaman konteks sejarah, sedangkan kritik eksternal menggunakan pendekatan ilmiah dan teori dari disiplin ilmu lain untuk menganalisis peristiwa sejarah.
Kesimpulan
Kritik di dalam sejarah terbagi menjadi dua jenis, yaitu kritik internal dan eksternal. Kritik internal dilakukan dengan menggunakan sumber-sumber primer dan bertujuan untuk memahami peristiwa sejarah secara mendalam. Di sisi lain, kritik eksternal melibatkan penggunaan pendekatan dan teori dari disiplin ilmu lain untuk melihat peristiwa sejarah secara lebih luas. Kedua jenis kritik ini memiliki peran dan tujuan yang berbeda dalam memahami peristiwa sejarah. Dengan menggunakan kedua jenis kritik ini secara bersamaan, para sejarawan dapat mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peristiwa sejarah yang sedang mereka kaji.






