Kota Nagasaki Dijatuhi Bom Atom oleh Sekutu pada Tanggal 9 Agustus 1945

Kota Nagasaki, yang terletak di pulau Kyushu Jepang, merupakan salah satu kota yang menjadi sasaran serangan bom atom pada Perang Dunia II. Pada tanggal 9 Agustus 1945, sekutu Amerika Serikat menjatuhkan bom atom “Fat Man” di kota ini, menyebabkan kerusakan yang mengerikan dan memakan korban jiwa yang tidak terhitung jumlahnya.

Latar Belakang Sejarah

Pada masa Perang Dunia II, Jepang merupakan salah satu musuh utama sekutu, yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet. Sekutu berusaha mengakhiri perang dengan Jepang dengan menggunakan kekuatan yang luar biasa, yaitu bom atom. Kota Hiroshima telah menjadi sasaran bom atom pada tanggal 6 Agustus 1945, dan ketiga hari setelahnya, giliran Kota Nagasaki yang mengalami nasib serupa.

Pengeboman Kota Nagasaki

Pada pagi hari tanggal 9 Agustus 1945, pesawat B-29 yang membawa bom atom “Fat Man” berangkat dari pulau Tinian, sebuah pulau di Kepulauan Mariana. Pesawat ini dikawal oleh beberapa pesawat tempur untuk melindunginya dari serangan musuh. Pukul 11:02 pagi, “Fat Man” dilepaskan dari pesawat dan mulai menukik ke arah Kota Nagasaki.

Bacaan Lainnya

Saat bom atom ini meledak di atas Kota Nagasaki, ledakan yang sangat dahsyat terjadi. Suhu di sekitar pusat ledakan mencapai jutaan derajat Celsius, menyebabkan sejumlah besar energi dilepaskan dalam waktu yang sangat singkat. Bangunan-bangunan di sekitar pusat ledakan langsung hancur berkeping-keping, dan gelombang kejut menyapu ke segala arah.

Akibat ledakan ini, kota Nagasaki mengalami kerusakan yang sangat parah. Sekitar 70% dari bangunan kota ini hancur total, dan sekitar 35.000 orang tewas seketika. Ribuan orang lainnya mengalami luka-luka serius, baik akibat ledakan itu sendiri maupun karena radiasi nuklir yang dihasilkan.

Dampak Radiasi Nuklir

Selain kerusakan fisik yang langsung terjadi akibat ledakan bom atom, radiasi nuklir juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan penduduk Kota Nagasaki. Radiasi nuklir dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti kanker, kelainan genetik, dan kelainan perkembangan pada anak-anak yang lahir setelah peristiwa bom atom terjadi.

Pasca serangan bom atom, banyak orang yang menderita luka bakar parah dan keracunan radiasi. Banyak pula yang mengalami kerugian jangka panjang, seperti hilangnya mata pencaharian, kelaparan, dan kehilangan anggota keluarga. Kota Nagasaki butuh waktu yang lama untuk memulihkan diri dari tragedi ini, baik secara fisik maupun secara emosional.

Pengakhiran Perang Dunia II

Pengeboman Kota Nagasaki menjadi momen penting dalam sejarah perang dunia kedua. Dua serangan bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki menjadi faktor penting dalam mengakhiri perang dengan Jepang. Setelah serangan di Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945.

Penyerahan diri Jepang ini mengakhiri perang dunia kedua secara resmi. Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki memberikan dampak psikologis yang sangat besar bagi Jepang, dan juga bagi dunia internasional. Tragedi ini menjadi pengingat yang mengerikan tentang kekuatan dan bahaya senjata nuklir.

Kesimpulan

Kota Nagasaki dijatuhi bom atom pada tanggal 9 Agustus 1945 oleh sekutu Amerika Serikat. Serangan bom atom ini menyebabkan kerusakan yang parah dan memakan korban jiwa yang sangat banyak. Tidak hanya kerugian fisik, tetapi juga dampak radiasi nuklir yang mempengaruhi kesehatan masyarakat Nagasaki dalam jangka panjang. Serangan di Nagasaki menjadi momen penting dalam mengakhiri Perang Dunia II dan memberikan peringatan akan bahaya senjata nuklir. Tragedi ini haruslah menjadi pengingat bagi dunia bahwa perdamaian dan diplomasi harus selalu diutamakan dalam menyelesaikan konflik.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *