Pendahuluan
Revolusi di Cina adalah peristiwa penting dalam sejarah negara tersebut yang mengubah secara drastis sistem politik dan sosial di negara tersebut. Kronologi terjadinya revolusi ini dapat dilihat dari beberapa periode penting yang membentuk jalannya revolusi tersebut. Artikel ini akan menjelaskan secara singkat kronologi terjadinya revolusi di Cina.
1. Dinasti Qing (1644-1912)
Pada awalnya, Cina diperintah oleh Dinasti Qing yang berasal dari suku Manchu. Dinasti ini mengalami kemunduran pada abad ke-19 akibat ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahannya yang korup dan pelemahan ekonomi. Pada periode ini, gerakan-gerakan reformasi mulai muncul di Cina.
2. Gerakan Reformasi 100 Hari (1898)
Pada tahun 1898, Kaisar Guangxu memulai gerakan reformasi yang dikenal sebagai Gerakan Reformasi 100 Hari. Gerakan ini bertujuan untuk memodernisasi Cina dengan mengadopsi berbagai sistem dan nilai-nilai Barat. Namun, gerakan ini tidak berlangsung lama dan dihentikan oleh kaum konservatif di pemerintahan Qing.
3. Revolusi Xinhai (1911-1912)
Revolusi Xinhai adalah peristiwa penting dalam sejarah Cina yang berhasil menggulingkan Dinasti Qing dan mendirikan Republik Cina. Revolusi ini dipimpin oleh Sun Yat-sen dan berlangsung dari tahun 1911 hingga 1912. Revolusi Xinhai mengakhiri sistem monarki di Cina dan menggantikannya dengan sistem republik.
4. Era Perang Beiyang (1912-1928)
Setelah berakhirnya Revolusi Xinhai, Cina mengalami periode ketidakstabilan politik yang dikenal sebagai Era Perang Beiyang. Periode ini ditandai dengan konflik antara berbagai kelompok politik dan militer di Cina yang berusaha memperebutkan kekuasaan. Pada periode ini, kekuasaan pemerintah pusat sangat lemah dan Cina terpecah-belah.
5. Gerakan 4 Mei (1919)
Pada tahun 1919, terjadi Gerakan 4 Mei yang merupakan gerakan intelektual dan mahasiswa di Cina. Gerakan ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap Perjanjian Versailles yang merugikan Cina setelah Perang Dunia I. Gerakan 4 Mei menjadi titik awal munculnya gerakan-gerakan nasionalis dan komunis di Cina.
6. Pemerintahan Kuomintang (1928-1949)
Pada tahun 1928, Kuomintang (KMT) yang dipimpin oleh Chiang Kai-shek berhasil mengambil alih kekuasaan di Cina. Pemerintahan Kuomintang berusaha menjalankan reformasi dan modernisasi di Cina, namun dihadapkan dengan tekanan dari Jepang yang menduduki beberapa wilayah di Cina.
7. Perang Tiongkok-Jepang (1937-1945)
Pada tahun 1937, terjadi Perang Tiongkok-Jepang yang merupakan bagian dari Perang Dunia II. Jepang berhasil menduduki sebagian besar wilayah Cina dan memicu perlawanan dari pihak Kuomintang dan Partai Komunis Cina. Perang ini berakhir pada tahun 1945 setelah Jepang menyerah pada Sekutu.
8. Perang Saudara Tiongkok (1945-1949)
Setelah Perang Dunia II, terjadi konflik antara Kuomintang dan Partai Komunis Cina yang dikenal sebagai Perang Saudara Tiongkok. Konflik ini berlangsung hingga tahun 1949 dan berakhir dengan kemenangan Partai Komunis yang dipimpin oleh Mao Zedong.
Kesimpulan
Secara singkat, kronologi terjadinya revolusi di Cina dimulai dari kejatuhan Dinasti Qing, Gerakan Reformasi 100 Hari, Revolusi Xinhai, Era Perang Beiyang, Gerakan 4 Mei, pemerintahan Kuomintang, Perang Tiongkok-Jepang, hingga Perang Saudara Tiongkok. Revolusi ini mengubah sistem politik dan sosial di Cina, dan membentuk negara yang kita kenal saat ini.






