Disposable Income: Apa Itu dan Bagaimana Menghitungnya

Apakah Anda pernah mendengar istilah “disposable income”? Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu disposable income, serta bagaimana menghitungnya. Disposable income adalah selisih antara personal income dan pengeluaran yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup. Dalam kata lain, disposable income adalah uang yang tersisa setelah mengurangi semua pengeluaran wajib.

Apa Itu Personal Income?

Sebelum membahas disposable income, penting untuk memahami apa itu personal income. Personal income adalah jumlah total pendapatan yang diterima oleh individu dalam satu periode waktu tertentu. Pendapatan ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti gaji, bisnis, investasi, atau dividen.

Perbedaan antara Personal Income dan Disposable Income

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, disposable income adalah selisih antara personal income dan pengeluaran wajib. Pengeluaran wajib mencakup segala hal yang harus dibayarkan, seperti tagihan bulanan, kebutuhan makanan, transportasi, dan biaya kehidupan lainnya.

Bacaan Lainnya

Disposable income penting karena menggambarkan seberapa besar sisa uang yang dapat digunakan untuk tabungan, investasi, atau pengeluaran yang bersifat opsional. Dengan mengetahui disposable income, Anda dapat mengelola keuangan pribadi dengan lebih baik.

Cara Menghitung Disposable Income

Untuk menghitung disposable income, Anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

Langkah 1: Hitung Total Personal Income

Pertama-tama, hitunglah total personal income Anda dalam satu periode waktu tertentu. Ini termasuk semua sumber pendapatan yang Anda miliki, seperti gaji bulanan, penghasilan dari bisnis, investasi, atau sumber penghasilan lainnya.

Langkah 2: Identifikasi Pengeluaran Wajib

Selanjutnya, identifikasi semua pengeluaran wajib yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Ini termasuk tagihan seperti sewa, hipotek, listrik, air, telepon, transportasi, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya. Jumlahkan semua pengeluaran ini untuk mendapatkan total pengeluaran wajib Anda.

Langkah 3: Kurangi Pengeluaran Wajib dari Personal Income

Dalam langkah ini, kurangi total pengeluaran wajib dari total personal income Anda. Hasilnya adalah disposable income, yaitu uang yang tersisa setelah memenuhi semua kewajiban finansial.

Pentingnya Mengelola Disposable Income

Mengelola disposable income dengan baik sangat penting untuk keuangan pribadi yang sehat. Dengan memiliki pemahaman yang jelas tentang seberapa besar disposable income yang Anda miliki, Anda dapat membuat rencana keuangan yang lebih baik.

Anda dapat menggunakan disposable income untuk berbagai tujuan, seperti menghemat untuk masa depan, membayar utang, berinvestasi, atau memenuhi keinginan dan kebutuhan yang bersifat opsional. Dengan mengelola disposable income dengan bijak, Anda dapat mencapai stabilitas keuangan yang lebih baik dan merencanakan masa depan yang lebih cerah.

Kesimpulan

Disposable income adalah selisih antara personal income dan pengeluaran wajib. Hal ini mencerminkan jumlah uang yang tersedia setelah memenuhi semua kewajiban finansial. Mengelola disposable income dengan baik sangat penting untuk mencapai keuangan pribadi yang sehat.

Untuk menghitung disposable income, hitung total personal income Anda, identifikasi pengeluaran wajib, dan kurangi pengeluaran wajib dari personal income. Dengan pemahaman yang baik tentang disposable income, Anda dapat membuat perencanaan keuangan yang lebih baik dan mencapai stabilitas finansial yang lebih baik.

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *