Besaran Besaran Berikut Ini yang Merupakan Besaran Turunan Adalah

Sebagai salah satu cabang ilmu fisika, besaran turunan memiliki peranan penting dalam pemahaman tentang berbagai fenomena alam. Besaran turunan merupakan besaran fisika yang didapatkan dari hasil kombinasi atau derivasi dari besaran-besaran dasar. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa besaran turunan yang umum digunakan dalam ilmu fisika. Mari kita simak berikut ini:

1. Kecepatan

Kecepatan adalah salah satu besaran turunan yang sering digunakan dalam fisika. Besaran ini didefinisikan sebagai perubahan posisi suatu benda dalam satuan waktu tertentu. Kecepatan dapat dihitung dengan rumus:

Kecepatan = perubahan posisi / waktu

Bacaan Lainnya

Kecepatan ini memiliki satuan meter per detik (m/s) dan sering digunakan dalam perhitungan kinematika.

2. Percepatan

Percepatan merupakan besaran turunan yang menggambarkan perubahan kecepatan suatu benda dalam satuan waktu tertentu. Percepatan dapat dihitung dengan rumus:

Percepatan = perubahan kecepatan / waktu

Satuan percepatan adalah meter per detik kuadrat (m/s²), dan besaran ini digunakan dalam perhitungan kinematika dan dinamika.

3. Gaya

Gaya adalah besaran turunan yang menggambarkan interaksi antara dua benda. Besaran ini didefinisikan sebagai perubahan momentum suatu benda dalam satuan waktu tertentu. Gaya dapat dihitung dengan rumus:

Gaya = massa × percepatan

Satuan gaya adalah newton (N), dan besaran ini merupakan konsep penting dalam ilmu fisika, terutama dalam dinamika benda.

4. Energi

Energi merupakan besaran turunan yang menggambarkan kemampuan suatu sistem untuk melakukan kerja. Energi dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti energi kinetik, energi potensial, energi listrik, dan sebagainya. Dalam fisika, energi dapat dihitung dengan rumus:

Energi = gaya × jarak

Satuan energi adalah joule (J), dan besaran ini merupakan konsep fundamental dalam berbagai cabang ilmu fisika.

5. Daya

Daya adalah besaran turunan yang menggambarkan tingkat kerja yang dilakukan oleh suatu sistem dalam satuan waktu tertentu. Daya dapat dihitung dengan rumus:

Daya = kerja / waktu

Satuan daya adalah watt (W), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan energi listrik dan mekanik.

6. Tekanan

Tekanan adalah besaran turunan yang menggambarkan distribusi gaya terhadap suatu permukaan. Tekanan dapat dihitung dengan rumus:

Tekanan = gaya / luas

Satuan tekanan adalah pascal (Pa), dan besaran ini merupakan konsep penting dalam ilmu fisika, terutama dalam mekanika fluida dan termodinamika.

7. Hukum Ohm

Hukum Ohm adalah besaran turunan yang menggambarkan hubungan antara arus listrik, tegangan, dan hambatan dalam rangkaian listrik. Hukum Ohm dapat dihitung dengan rumus:

Tegangan = arus × hambatan

Hukum Ohm merupakan konsep dasar dalam studi tentang listrik dan elektronika.

8. Induksi Magnetik

Induksi magnetik adalah besaran turunan yang menggambarkan kemampuan suatu medan magnet untuk menghasilkan arus listrik. Besaran ini didefinisikan sebagai perubahan fluks magnetik dalam satuan waktu tertentu. Induksi magnetik dapat dihitung dengan rumus:

Induksi magnetik = perubahan fluks magnetik / waktu

Satuan induksi magnetik adalah tesla (T), dan besaran ini sering digunakan dalam studi tentang magnetisme dan elektromagnetik.

9. Frekuensi

Frekuensi adalah besaran turunan yang menggambarkan jumlah siklus suatu fenomena yang terjadi dalam satuan waktu tertentu. Frekuensi dapat dihitung dengan rumus:

Frekuensi = jumlah siklus / waktu

Satuan frekuensi adalah hertz (Hz), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan gelombang, seperti gelombang suara dan gelombang elektromagnetik.

10. Impuls

Impuls adalah besaran turunan yang menggambarkan jumlah perubahan momentum suatu benda dalam satuan waktu tertentu. Impuls dapat dihitung dengan rumus:

Impuls = gaya × waktu

Satuan impuls adalah newton-sekon (N·s), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan tumbukan benda dan dinamika partikel.

11. Momentum Sudut

Momentum sudut adalah besaran turunan yang menggambarkan jumlah perubahan momentum sudut suatu benda dalam satuan waktu tertentu. Momentum sudut dapat dihitung dengan rumus:

Momentum sudut = momen inersia × kecepatan sudut

Satuan momentum sudut adalah kilogram meter kuadrat per detik (kg·m²/s), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan rotasi benda.

12. Torsi

Torsi adalah besaran turunan yang menggambarkan gaya rotasi yang bekerja pada suatu benda. Torsi dapat dihitung dengan rumus:

Torsi = gaya × jarak tegak lurus

Satuan torsi adalah newton meter (N·m), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan mekanika rotasi.

13. Temperatur

Temperatur adalah besaran turunan yang menggambarkan tingkat panas suatu benda. Temperatur dapat diukur dengan berbagai skala, seperti Celsius, Fahrenheit, dan Kelvin. Besaran ini memiliki peran penting dalam berbagai cabang ilmu fisika, terutama termodinamika.

14. Fluks Magnetik

Fluks magnetik adalah besaran turunan yang menggambarkan jumlah medan magnetik yang melintasi suatu permukaan tertentu. Fluks magnetik dapat dihitung dengan rumus:

Fluks magnetik = induksi magnetik × luas

Satuan fluks magnetik adalah tesla meter kuadrat (T·m²), dan besaran ini sering digunakan dalam studi tentang magnetisme dan elektromagnetik.

15. Kapasitansi

Kapasitansi adalah besaran turunan yang menggambarkan kemampuan suatu komponen dalam menyimpan muatan listrik. Kapasitansi dapat dihitung dengan rumus:

Kapasitansi = muatan / tegangan

Satuan kapasitansi adalah farad (F), dan besaran ini sering digunakan dalam studi tentang rangkaian listrik dan elektronika.

16. Resistansi

Resistansi adalah besaran turunan yang menggambarkan hambatan suatu komponen terhadap aliran arus listrik. Resistansi dapat dihitung dengan rumus:

Resistansi = tegangan / arus

Satuan resistansi adalah ohm (Ω), dan besaran ini sering digunakan dalam studi tentang rangkaian listrik dan elektronika.

17. Massa Jenis

Massa jenis adalah besaran turunan yang menggambarkan massa suatu benda dalam satuan volume tertentu. Massa jenis dapat dihitung dengan rumus:

Massa jenis = massa / volume

Satuan massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg/m³), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan fluida dan termodinamika.

18. Konduktivitas Termal

Konduktivitas termal adalah besaran turunan yang menggambarkan kemampuan suatu material dalam menghantarkan panas. Konduktivitas termal dapat dihitung dengan rumus:

Konduktivitas termal = laju kalor / luas × perbedaan suhu

Satuan konduktivitas termal adalah watt per meter kelvin (W/(m·K)), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan termodinamika dan transfer panas.

19. Kepekatan

Kepekatan adalah besaran turunan yang menggambarkan jumlah zat terlarut dalam suatu pelarut. Kepekatan dapat dihitung dengan rumus:

Kepekatan = massa zat terlarut / volume pelarut

Satuan kepekatan adalah gram per liter (g/L), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan larutan dan kimia.

20. Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya adalah besaran turunan yang menggambarkan kekuatan cahaya yang diterima oleh suatu permukaan. Intensitas cahaya dapat dihitung dengan rumus:

Intensitas cahaya = daya / luas

Satuan intensitas cahaya adalah watt per meter persegi (W/m²), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan optik dan fotometri.

21. Kekuatan Medan Listrik

Kekuatan medan listrik adalah besaran turunan yang menggambarkan gaya yang dialami oleh suatu muatan listrik dalam medan listrik. Kekuatan medan listrik dapat dihitung dengan rumus:

Kekuatan medan listrik = gaya / muatan

Satuan kekuatan medan listrik adalah newton per coulomb (N/C), dan besaran ini sering digunakan dalam studi tentang listrik dan elektrostatika.

22. Kecepatan Angular

Kecepatan angular adalah besaran turunan yang menggambarkan perubahan sudut suatu benda dalam satuan waktu tertentu. Kecepatan angular dapat dihitung dengan rumus:

Kecepatan angular = perubahan sudut / waktu

Satuan kecepatan angular adalah radian per detik (rad/s), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan rotasi benda.

23. Laju Alir

Laju alir adalah besaran turunan yang menggambarkan jumlah volume fluida yang mengalir dalam satuan waktu tertentu. Laju alir dapat dihitung dengan rumus:

Laju alir = volume / waktu

Satuan laju alir adalah meter kubik per detik (m³/s), dan besaran ini sering digunakan dalam perhitungan fluida dan termodinamika.

24. Impedansi

Impedansi adalah besaran turunan yang menggambarkan hambatan terhadap aliran arus bolak-balik dalam rangkaian listrik. Impedansi dapat dihitung dengan rumus:

Impedansi = tegangan / arus

Satuan impedansi adalah ohm (Ω), dan besaran ini sering digunakan dalam studi tentang rangkaian listrik dan elektronika.

25. Persamaan Kontinuitas

Persamaan kontinuitas adalah besaran turunan yang menggambarkan keterjagaan jumlah aliran massa atau volume dalam suatu sistem. Persamaan kontinuitas dapat di

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *