Penurunan sifat pada organisme dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada bagian-bagian sel. Sel sebagai unit terkecil kehidupan memiliki peran penting dalam menentukan sifat-sifat yang dimiliki oleh organisme. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa bagian sel yang mempengaruhi penurunan sifat.
Inti Sel
Inti sel, atau nukleus, merupakan salah satu bagian paling penting dalam sel. Di dalam inti sel terdapat DNA yang mengandung informasi genetik yang diturunkan dari generasi sebelumnya. Jika terjadi mutasi pada DNA, maka akan terjadi perubahan pada sifat-sifat organisme tersebut. Misalnya, jika terjadi mutasi pada gen yang mengatur warna mata, maka akan terjadi perubahan warna mata pada organisme tersebut.
Mitokondria
Mitokondria adalah organel sel yang berperan dalam produksi energi melalui proses respirasi seluler. Jika terjadi kerusakan pada mitokondria, maka produksi energi dalam sel akan terganggu. Hal ini dapat menyebabkan penurunan sifat-sifat seperti kelemahan fisik atau gangguan pada sistem saraf.
Kromosom
Kromosom merupakan struktur yang terdapat di dalam inti sel yang mengandung DNA. Pada manusia, terdapat 46 kromosom yang terdiri dari pasangan-pasangan homolog. Jika terjadi perubahan pada struktur kromosom, seperti delesi atau inversi, maka akan terjadi perubahan pada sifat-sifat organisme. Misalnya, sindrom Down disebabkan oleh adanya satu salinan ekstra pada kromosom nomor 21.
Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan yang mengisi ruang di antara inti sel dan membran sel. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel sel yang berperan dalam berbagai proses kehidupan. Jika terjadi perubahan pada sitoplasma, seperti penumpukan zat-zat beracun, maka dapat menyebabkan kerusakan pada sel dan penurunan sifat-sifat organisme.
Membran Sel
Membran sel merupakan lapisan tipis yang melapisi sel dan bertindak sebagai pengatur lalu lintas zat-zat masuk dan keluar sel. Jika terjadi perubahan pada membran sel, seperti penurunan kemampuan membran untuk mengatur lalu lintas zat, maka dapat terjadi penurunan sifat-sifat seperti penurunan resistensi terhadap penyakit atau kelainan pada sistem pencernaan.
Vakuola
Vakuola adalah organel sel yang berperan dalam penyimpanan air, zat-zat makanan, dan limbah sel. Jika terjadi perubahan pada vakuola, seperti penurunan kemampuan vakuola untuk menyimpan zat-zat makanan, maka dapat terjadi penurunan sifat-sifat seperti penurunan daya tahan terhadap kondisi lingkungan yang buruk.
Kloroplas
Kloroplas hanya ditemukan pada sel tumbuhan dan alga. Kloroplas berperan dalam proses fotosintesis, yaitu mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Jika terjadi kerusakan pada kloroplas, maka proses fotosintesis akan terganggu. Hal ini dapat menyebabkan penurunan sifat-sifat seperti pertumbuhan yang lambat atau warna daun yang pucat.
Lisosom
Lisosom adalah organel sel yang berperan dalam pencernaan intraseluler. Lisosom mengandung enzim-enzim yang dapat memecah zat-zat organik maupun anorganik. Jika terjadi perubahan pada lisosom, seperti penurunan aktivitas enzim, maka proses pencernaan intraseluler akan terganggu. Hal ini dapat menyebabkan penurunan sifat-sifat seperti gangguan pertumbuhan atau penurunan daya tahan terhadap penyakit.
Aparatus Golgi
Aparatus Golgi berperan dalam pemrosesan dan pengangkutan molekul-molekul yang dihasilkan oleh sel. Jika terjadi kerusakan pada aparat Golgi, maka proses pemrosesan dan pengangkutan molekul dalam sel akan terganggu. Hal ini dapat menyebabkan penurunan sifat-sifat seperti kerusakan jaringan atau kelainan pada sistem pernapasan.
Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma adalah jaringan yang terdiri dari membran yang melapisi organel sel. Retikulum endoplasma berperan dalam sintesis protein dan pengangkutan molekul dalam sel. Jika terjadi perubahan pada retikulum endoplasma, seperti penurunan kemampuan retikulum endoplasma untuk mensintesis protein, maka dapat terjadi penurunan sifat-sifat seperti penurunan kekuatan otot atau kelainan pada sistem reproduksi.
Konklusi
Bagian-bagian sel yang telah disebutkan di atas merupakan beberapa contoh bagian sel yang mempengaruhi penurunan sifat pada organisme. Perubahan pada bagian-bagian sel tersebut dapat terjadi akibat faktor genetik, lingkungan, atau kombinasi keduanya. Memahami bagaimana bagian-bagian sel mempengaruhi penurunan sifat penting dalam memahami proses evolusi dan bagaimana organisme berevolusi menjadi beragam bentuk yang ada saat ini.






