Autosom adalah salah satu jenis kromosom yang terdapat pada sel-sel tubuh manusia. Kromosom ini berperan penting dalam menentukan pewarisan sifat-sifat genetik dari orang tua ke anak. Autosom terdiri dari 22 pasang kromosom, sedangkan pasangan kromosom ke-23 adalah kromosom seks.
Kromosom autosom mengandung gen-gen yang mengkodekan berbagai sifat fisik dan karakteristik individu. Setiap sel tubuh manusia normal memiliki dua salinan kromosom autosom pada setiap pasangan, satu dari ibu dan satu lagi dari ayah. Proses pewarisan sifat melalui kromosom autosom ini mengikuti aturan-aturan tertentu, yang pada akhirnya menentukan variasi genetik dalam populasi manusia.
Struktur Kromosom Autosom
Setiap kromosom autosom memiliki struktur yang terdiri dari dua lengan yang disebut “lengan pendek” (short arm) dan “lengan panjang” (long arm). Pada lengan ini terdapat gen-gen yang mengontrol berbagai sifat dan karakteristik individu. Kromosom autosom juga memiliki titik pusat yang disebut sentromer, yang berperan dalam proses pemisahan kromosom saat terjadi pembelahan sel.
Kromosom autosom dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan ukuran relatifnya. Kelompok pertama terdiri dari kromosom autosom yang lebih besar, sedangkan kelompok kedua terdiri dari kromosom autosom yang lebih kecil. Penamaan kromosom autosom menggunakan angka Arab yang menunjukkan urutan ukuran kromosom, misalnya kromosom 1 adalah kromosom autosom terbesar, kromosom 2 adalah yang kedua terbesar, dan seterusnya.
Pewarisan Sifat Melalui Autosom
Proses pewarisan sifat melalui kromosom autosom mengikuti aturan-aturan pewarisan genetik yang telah ditetapkan oleh Gregor Mendel, seorang ilmuwan genetika terkenal. Aturan-aturan ini mencakup hukum dominan-reseif, hukum pemisahan bebas, dan hukum assortative mating.
Hukum dominan-reseif menjelaskan bagaimana sifat-sifat yang diwariskan melalui kromosom autosom dapat menjadi dominan atau resesif. Gen dominan akan menampilkan sifatnya jika ada satu salinan gen tersebut dalam kromosom autosom, sedangkan gen resesif hanya akan menampilkan sifatnya jika dua salinan gen tersebut ada dalam kromosom autosom.
Hukum pemisahan bebas menjelaskan bahwa gen-gen yang terletak pada kromosom autosom akan dipisahkan secara acak saat terjadi pembelahan sel. Hal ini menyebabkan variasi genetik dalam populasi manusia, karena kombinasi gen yang berbeda dapat terbentuk dari pasangan kromosom autosom yang dipisahkan.
Gangguan Genetik pada Kromosom Autosom
Kromosom autosom juga rentan terhadap berbagai gangguan genetik. Salah satu gangguan genetik yang terkait dengan kromosom autosom adalah penyakit autosom resesif. Penyakit ini terjadi ketika dua salinan gen resesif yang mengkode penyakit tersebut hadir dalam kromosom autosom. Beberapa contoh penyakit autosom resesif adalah fibrosis kistik, talasemia, dan fenilketonuria.
Penyakit autosom dominan juga dapat terjadi ketika salah satu salinan gen dominan yang mengkode penyakit tersebut hadir dalam kromosom autosom. Beberapa contoh penyakit autosom dominan adalah sindrom Marfan, penyakit Huntington, dan osteogenesis imperfecta.
Kesimpulan
Autosom adalah jenis kromosom yang terdapat pada sel-sel tubuh manusia, terdiri dari 22 pasang kromosom. Kromosom autosom mengandung gen-gen yang mengontrol sifat-sifat fisik dan karakteristik individu. Pewarisan sifat melalui kromosom autosom mengikuti aturan-aturan pewarisan genetik yang telah ditetapkan oleh Gregor Mendel. Kromosom autosom juga rentan terhadap berbagai gangguan genetik, baik autosom resesif maupun autosom dominan.






