Pendahuluan
Arus listrik adalah aliran partikel bermuatan yang melewati suatu medium penghantar. Salah satu konsep yang penting dalam memahami arus listrik adalah hukum Ohm. Hukum Ohm menyatakan bahwa arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial yang diberikan, dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantar. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang arus listrik yang mengalir pada hambatan R2.
Pengertian Arus Listrik dan Hambatan
Arus listrik adalah aliran partikel bermuatan, seperti elektron, yang melewati suatu penghantar. Arus listrik diukur dalam satuan ampere (A). Penghantar dapat berupa kawat tembaga, kawat aluminium, atau bahan lain yang memiliki kemampuan untuk menghantarkan arus listrik.
Hambatan adalah sifat penghantar yang menghambat aliran arus listrik. Semakin besar hambatan suatu penghantar, semakin kecil arus listrik yang dapat mengalir melalui penghantar tersebut.
Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan bahwa arus listrik (I) yang mengalir pada suatu penghantar sebanding secara langsung dengan beda potensial (V) yang diberikan. Hukum ini dapat dirumuskan dengan rumus matematis sebagai berikut:
I = V / R
Dimana:
- I adalah arus listrik yang mengalir (dalam ampere, A)
- V adalah beda potensial yang diberikan (dalam volt, V)
- R adalah hambatan penghantar (dalam ohm, Ω)
Arus Listrik pada Hambatan R2
Pada hambatan R2, arus listrik yang mengalir dapat dihitung menggunakan rumus hukum Ohm. Jika kita mengetahui beda potensial yang diberikan dan nilai hambatan R2, kita dapat menentukan besar arus listrik yang mengalir.
Sebagai contoh, jika beda potensial yang diberikan adalah 12 volt dan hambatan R2 adalah 4 ohm, maka kita dapat menghitung arus listrik yang mengalir sebagai berikut:
I = V / R = 12 V / 4 Ω = 3 A
Jadi, arus listrik yang mengalir pada hambatan R2 adalah 3 ampere.
Pengaruh Perubahan Hambatan terhadap Arus Listrik
Perubahan hambatan penghantar dapat mempengaruhi besar arus listrik yang mengalir. Jika hambatan penghantar diperbesar, maka arus listrik yang mengalir akan semakin kecil. Sebaliknya, jika hambatan penghantar diperkecil, maka arus listrik yang mengalir akan semakin besar.
Hal ini dapat dijelaskan dengan rumus hukum Ohm. Jika hambatan (R) semakin besar, maka hasil pembagian V/R akan semakin kecil, sehingga arus listrik (I) akan semakin kecil. Sebaliknya, jika hambatan (R) semakin kecil, maka hasil pembagian V/R akan semakin besar, sehingga arus listrik (I) akan semakin besar.
Kesimpulan
Arus listrik yang mengalir pada hambatan R2 dapat dihitung menggunakan rumus hukum Ohm. Hambatan penghantar mempengaruhi besar arus listrik yang mengalir. Jika hambatan semakin besar, arus listrik akan semakin kecil, dan sebaliknya. Penting untuk memahami konsep ini dalam mempelajari arus listrik dan penghantar listrik. Dengan memahami konsep ini, kita dapat mengaplikasikannya dalam berbagai situasi, seperti dalam perhitungan rangkaian listrik dan pemilihan komponen elektronik.






