Apa Itu Skala Humpty Dumpty?

 

Skala Humpty Dumpty adalah salah satu metode pengukuran risiko yang digunakan dalam manajemen risiko. Metode ini dinamakan dengan Humpty Dumpty karena seperti karakter dongeng Humpty Dumpty yang jatuh dan sulit untuk diperbaiki, risiko yang diukur dengan metode ini juga sulit untuk diperbaiki jika sudah terjadi.

Sejarah Skala Humpty Dumpty

Skala Humpty Dumpty pertama kali diperkenalkan oleh David Hillson pada tahun 2000. Hillson adalah seorang ahli manajemen risiko dan konsultan yang terkenal di dunia. Skala Humpty Dumpty dikembangkan sebagai alternatif untuk skala pengukuran risiko yang sudah ada seperti skala probabilitas dan dampak.

Bacaan Lainnya

Cara Menggunakan Skala Humpty Dumpty

Skala Humpty Dumpty terdiri dari lima tingkatan yang masing-masing tingkatan memiliki deskripsi yang berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai lima tingkatan skala Humpty Dumpty:

  1. Fragile (Rapuh): Risiko yang tergolong dalam tingkatan ini memiliki tingkat keparahan yang rendah dan mudah dikelola. Risiko ini dapat dengan mudah diperbaiki jika sudah terjadi.
  2. Cracked (Retak): Risiko yang masuk dalam tingkatan ini memiliki tingkat keparahan yang sedang. Risiko ini dapat dikelola dengan baik dan dapat diperbaiki jika sudah terjadi.
  3. Broken (Pecah): Risiko yang tergolong dalam tingkatan ini memiliki tingkat keparahan yang tinggi. Risiko ini sulit dikelola dan sulit diperbaiki jika sudah terjadi.
  4. Smashed (Rusak Berat): Risiko yang masuk dalam tingkatan ini memiliki tingkat keparahan yang sangat tinggi. Risiko ini sangat sulit dikelola dan hampir tidak mungkin diperbaiki jika sudah terjadi.
  5. Humpty Dumpty (Hancur): Risiko yang termasuk dalam tingkatan ini memiliki tingkat keparahan yang sangat tinggi dan hampir tidak dapat dikelola. Risiko ini akan memiliki dampak yang sangat besar pada organisasi jika terjadi.

Kelebihan dan Kekurangan Skala Humpty Dumpty

Kelebihan dari Skala Humpty Dumpty adalah mudah digunakan dan dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam manajemen risiko. Skala ini juga membantu dalam mengidentifikasi risiko yang memiliki dampak besar pada organisasi. Namun, kekurangan dari skala ini adalah tidak memberikan nilai numerik pada risiko sehingga sulit untuk mengukur tingkat risiko secara rinci.

Kesimpulan

Skala Humpty Dumpty adalah salah satu metode pengukuran risiko yang dapat digunakan dalam manajemen risiko. Metode ini dinamakan dengan Humpty Dumpty karena seperti karakter dongeng Humpty Dumpty yang jatuh dan sulit untuk diperbaiki, risiko yang diukur dengan metode ini juga sulit untuk diperbaiki jika sudah terjadi. Skala Humpty Dumpty terdiri dari lima tingkatan yang masing-masing tingkatan memiliki deskripsi yang berbeda. Kelebihan dari Skala Humpty Dumpty adalah mudah digunakan dan dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam manajemen risiko. Namun, kekurangan dari skala ini adalah tidak memberikan nilai numerik pada risiko sehingga sulit untuk mengukur tingkat risiko secara rinci.

 

Rate this post

Kami, Mengucapkan Terimakasih Telah Berkunjung ke, Ikatandinas.com

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *