Pendahuluan
Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang dianggap sebagai wahyu langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Al Quran tidak hanya berisi petunjuk-petunjuk dalam hal ibadah, moral, atau etika, tetapi juga mengandung hukum-hukum i’tiqadiyah yang harus dipahami oleh umat Muslim.
Pentingnya Memahami Hukum I’tiqadiyah
Sebagai seorang Muslim, penting bagi kita untuk memahami hukum-hukum i’tiqadiyah yang terdapat dalam Al Quran. Hukum i’tiqadiyah mengacu pada keyakinan dan ajaran Islam yang berkaitan dengan iman, pengertian tentang Allah, rasul, malaikat, kitab-kitab suci, takdir, dan hari kiamat.
Pemahaman yang baik terhadap hukum i’tiqadiyah akan membantu kita memperdalam iman dan menghindari kesalahan dalam memahami konsep-konsep penting dalam agama Islam. Oleh karena itu, mari kita menjelajahi beberapa hukum i’tiqadiyah yang terdapat dalam Al Quran.
Hukum I’tiqadiyah Pertama: Tauhid
Tauhid adalah ajaran yang menegaskan keesaan Allah SWT. Al Quran secara jelas menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Dia adalah pencipta alam semesta serta segala isinya. Pemahaman yang benar tentang tauhid adalah dasar dari keyakinan Muslim. Allah berfirman dalam surah Al-An’am [6:102]:
“Telah datang kepadamu bukti-bukti dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang melihat (kebenaran) dengan matanya sendiri, maka sesungguhnya ia melihat (kebenaran itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang buta (hatinya), maka sesungguhnya ia buta untuk (kerugian) dirinya sendiri.”
Tauhid juga mencakup keyakinan akan sifat-sifat Allah, seperti keadilan, kebijaksanaan, dan kekuasaan-Nya. Dalam surah Al-Hashr [59:22-24], Allah berfirman:
“Dia-lah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dia-lah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Maha Memberi Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang menguasai segala sesuatu, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
Hukum I’tiqadiyah Kedua: Rasul dan Kitab-kitab Suci
Hukum i’tiqadiyah yang kedua adalah kepercayaan terhadap rasul-rasul Allah dan kitab-kitab suci yang diturunkan-Nya. Al Quran mengandung berbagai kisah dan ajaran dari para rasul Allah, seperti Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW.
Al Quran juga menyebutkan beberapa kitab suci yang diturunkan Allah, seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Al Quran itu sendiri. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah [2:136]:
“Katakanlah (Muhammad), ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’kub dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, dan apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.’”
Hukum I’tiqadiyah Ketiga: Takdir dan Hari Kiamat
Hukum i’tiqadiyah yang ketiga adalah kepercayaan terhadap takdir dan hari kiamat. Al Quran mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah ditentukan oleh Allah SWT. Takdir mencakup segala hal, seperti rejeki, umur, kesehatan, dan kehidupan setiap individu.
Hari kiamat adalah hari pembalasan bagi setiap amal perbuatan manusia di dunia. Allah berfirman dalam surah Al-Qiyamah [75:1-4]:
“Aku bersumpah demi hari kiamat, dan Aku bersumpah demi jiwa yang menyesal, apakah manusia beranggapan bahwa Kami tidak akan mengumpulkan tulang belulangnya? Bahkan, Kami mampu mengembalikan jari-jemarinya dengan sempurna.”
Kesimpulan
Al Quran berisi tentang hukum-hukum i’tiqadiyah yang merupakan ajaran penting dalam Islam. Memahami hukum-hukum ini akan membantu kita memperdalam iman dan memperkuat keyakinan kita sebagai seorang Muslim. Hukum i’tiqadiyah mencakup tauhid, kepercayaan terhadap rasul dan kitab-kitab suci, serta takdir dan hari kiamat.
Sebagai umat Islam, kita perlu menjadikan Al Quran sebagai panduan utama dalam hidup kita. Dengan mempelajari dan memahami hukum-hukum i’tiqadiyah yang terkandung dalam Al Quran, kita akan memiliki dasar yang kokoh dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim yang taat.






