Servis merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bulu tangkis yang harus dikuasai oleh setiap pemain. Servis juga merupakan awal dari setiap ronde dalam pertandingan. Oleh karena itu, peraturan servis sangat penting untuk ditaati oleh setiap pemain agar pertandingan berjalan dengan fair dan tidak terjadi kecurangan.
Peraturan Servis
Peraturan servis dalam bulu tangkis diatur dalam Law 9 – Service. Berikut adalah peraturan servis yang harus ditaati oleh setiap pemain:
1. Posisi Pemain
Pemain harus berdiri di dalam area servis saat melakukan servis. Area servis adalah area persegi panjang yang dibatasi oleh garis servis belakang, garis samping sejajar net, dan garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian simetris.
Setiap pemain harus berdiri di dalam area servis yang berada di sisi yang sama dengan servis yang akan dilakukan. Pemain tidak diizinkan untuk berdiri di luar area servis atau menginjak garis servis saat melakukan servis.
2. Gerakan Servis
Pemain harus melakukan gerakan servis yang benar dan tidak mengecoh lawan. Gerakan servis yang benar meliputi:
– Memegang raket dengan posisi horizontal di atas pinggang
– Mengayunkan raket ke belakang dengan sudut kurang dari 45 derajat dari vertikal
– Mengayunkan raket ke depan dengan gerakan yang lancar
– Menyentuh bulu shuttlecock hanya sekali
Pemain tidak diizinkan untuk melakukan gerakan servis yang mengecoh lawan, seperti menyentuh shuttlecock dengan raket lalu tidak melakukan servis, atau mengayunkan raket ke belakang dengan sudut lebih dari 45 derajat dari vertikal.
3. Shuttlecock
Shuttlecock yang digunakan dalam pertandingan harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh BWF. Shuttlecock yang digunakan harus memiliki berat antara 4,74 hingga 5,50 gram dan memiliki kecepatan yang stabil saat ditiupkan oleh kipas. Pemain tidak diizinkan untuk mengganti shuttlecock selama pertandingan kecuali shuttlecock rusak.
4. Pukulan Servis
Pemain harus melakukan pukulan servis yang benar dan tidak melanggar peraturan. Pukulan servis yang benar meliputi:
– Pukulan servis harus dilakukan dengan tangan yang bebas dan tidak memegang raket
– Pemain harus memukul shuttlecock dari bawah pinggang
– Shuttlecock harus dipukul dari bawah ke atas dan melewati garis servis
– Pukulan servis tidak boleh terlalu keras atau terlalu lemah
Pemain tidak diizinkan untuk melakukan pukulan servis yang melanggar peraturan, seperti memukul shuttlecock dari atas pinggang atau memukul shuttlecock terlalu keras atau terlalu lemah.
5. Kecuali Pukul Bola
Peraturan servis di atas harus ditaati oleh setiap pemain kecuali dalam satu hal, yaitu pukul bola. Pukul bola merupakan teknik servis yang jarang digunakan dalam pertandingan bulu tangkis. Pukul bola dilakukan dengan memukul shuttlecock dengan keras dan langsung ke arah lapangan lawan tanpa melewati garis servis.
Pemain yang melakukan pukul bola harus berdiri di luar area servis dan tidak diizinkan untuk menginjak garis servis. Pukul bola harus dilakukan dengan tangan yang bebas dan tidak memegang raket.
Kesimpulan
Peraturan servis sangat penting untuk ditaati dalam permainan bulu tangkis agar pertandingan berjalan dengan fair dan tidak terjadi kecurangan. Setiap pemain harus mematuhi peraturan servis yang telah ditetapkan oleh BWF, seperti posisi pemain, gerakan servis, shuttlecock, dan pukulan servis. Namun, ada satu hal yang dikecualikan dari peraturan servis, yaitu pukul bola. Pemain yang melakukan pukul bola harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dan tidak diizinkan untuk melakukan gerakan servis yang melanggar peraturan.






